NANTIKANLAH TUHAN (MAZMUR 62)
ARTI MENANTIKAN TUHAN
Menantikan Tuhan, merenung di dalam hati kita dan mengijinkan Roh Kudus berbicara lewat hati nurani,
sehingga kita dapat mengetahui “segala sesuatu yang hendak kita lakukan.”
Menantikan Tuhan, Percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan menyerahkan segenap hidup kita ke dalam TanganNya. Tidak berarti menganggur atau acuh tak acuh sebab terkadang menunggu itu lebih berat daripada bekerja.
AGAR PENANTIAN KITA JADI PRODUKTIF
1. NANTIKAN DENGAN DIAM (Maz 62:2, 6)
Hal ini berarti tidak menceritakan kesengsaraan kita kepada setiap orang yang mau mendengar; atau mengatakannya berulang- ulang pada TUHAN. Apabila seorang anak berada di pelukan ibu atau ayahnya, tak perlu membuat kebisingan. Banyak bicara terkadang merupakan bukti dari iman yang kecil.
2. NANTIKAN DENGAN PENUH PENGHARAPAN KEPADA TUHAN (Maz 62:6)
Tuhan akan bekerja ketika kita mempercayai-NYA dan biarkanlah DIA melakukan rencana-NYA. Harapan kita bukan di dalam manusia atau harta (ayat 10-11), melainkan di dalam kuasa Tuhan (ayat 12).
3. NANTIKANLAH TERUS (Maz 62:9)
Tidaklah mudah untuk "selalu" menanti, teristimewa ketika kita merasa bahwa Tuhan tidak mengikuti jadwal kita. Jika waktu kita ada di Tangan-NYA, kita akan memperoleh damai sejahtera yang sempurna saat menantikan-NYA bekerja.
4. MENANTI ADA BATASNYA (TIDAK SELAMANYA)
Di bawah kolong langit ini tidak ada yang abadi kecuali Tuhan abadi, semua pasti ada akhir, sabar, tekun dan setia, pasti ada saatnya penantian kita berakhir.
PENUTUP
(Mazmur 27:14) “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Menantikan Tuhan sangat membutuhkan kekuatan dan keteguhan hati.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanš„