BUAH BIKKURAH
(Markus 11:12-14) “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.”
PENDAHULUAN
Keadaan yang terjadi pada pohon Ara ini:
Mati, kering dan kering sampai ke akar-akarnya, hanya dalam jangka waktu sekitar 19 jam.(Mark 11:20-21). Ini gambaran yang bisa sewaktu-waktu terjadi dengan hidup kerohanian, keluarga, usaha dan pelayanan kita.
1. MENGAPA HAL INI DAPAT TERJADI ?
Sebab dikutuk oleh Tuhan dengan alasan sebab tidak mengeluarkan buah. Alasan pohon ini tidak berbuah menurut (Mark 11:13) ‘Sebab memang bukan musim buah’, Apakah dalam hal ini Yesus salah ? sepertinya keterlaluan, menuntut sesuatu yang bukan seharusnya. Tuhan tidak mungkin salah.
2. TAHAP PROSES BERBUAHNYA POHON ARA
a. Buah permulaan (bungaran) atau disebut juga buah Pag. Disaat daun mulai rontok semua, beberapa bulan kemudian buah Pag keluar.
b. Buah umum (musim Ara). Jika pohon mulai bertunas lagi, inilah buah musim Ara telah matang dan dipanen.
c. Setelah buah umum dipanen, kemudian daun Ara rimbun semuanya, saat inilah buah BIKKURAH mulai matang, ini biasanya dibiarkan dipohon untuk orang miskin.
Menurut (MarK 11:13) Pohon Ara mulai berdaun, sebenarnya saat itu harus ada buah Bikkurah (buah akhir), inilah yang dicari oleh Yesus, ternyata tidak ada, mengapa ? Sebab diambil sendiri oleh pemiliknya.
3. MENGAPA BUAH BIKKURAHNYA DI AMBIL SENDIRI OLEH PEMILIKNYA ?
Ada beberapa jenis penyakit rohani dalam konteks ini :
a. Sikap tidak taat terhadap Firman Allah= peraturannya sudah jelas dilarang tetapi tetap dipaksa/ dilanggar -sikap ketidak-taatan.
b. Tidak punya hati mengasihi orang miskin, (Mark 11:12) -disebutkan bahwa Yesus merasa lapar- (Mat 25:35) sebab ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan; Ingat orang Samaria yang baik hati, yang lain tidak merasa peduli terhadap orang lain.
c. Seorang yang kikir (tidak mau memberi), tidak merasa apa yang dimiliki semata-mata oleh kemurahan Tuhan. Ingat salah satu buah Roh (Gal 5:22-23) “kemurahan hati”, “lebih berkat memberi daripada menerima”.
d. Lebih mendahulukan harta benda daripada Tuhan. (Mat 6:33; 1 Tim 6:10) tamak= akar dari segala kejahatan.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanš„
Tidak ada komentar:
Posting Komentar