Menahan mulut terhadap informasi yang belum tahu pasti
Yakobus 1:19-20 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah, sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Terburu buru dan marah adalah dua prilaku manusia yang paling sulit dikendalikan dalam diri kita, entah itu sifat atau karakter namun dua hal ini yang harus kita perangi habis habisan, agar tidak merongrong hati nurani kita.
Efesus 4:26-27 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
Tuhan memberikan toleransi melalui ayat diatas bagi kita semua, sebab jika tidak maka tidak ada satupun diantara kita yang benar dihadapan Tuhan, ada marah yang mendatang dosa dan ada marah yang tidak mendatangkan dosa. Marah yang disimpan menjadi dendam kesumat dimanfaatkan oleh Iblis agar manusia jatuh.
Matius 12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
Sebenarnya mudah mengenali orang orang yang demikian, lihat saja dari buah kehidupannya, itu sebabnya jangan mudah terpengaruh dengan perkataan, sebab mulut manis bukan jaminan, lihat buahnya.
Matius 7:16-17 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Jika kita memupuk kehidupan kita dengan baik, maka buah kehidupan kita pasti baik.
Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya
Banyak mendengar dari Firman Tuhan akan membuat kita berjalan dalam kehendak Tuhan, sebaliknya jika banyak mendengar perkataan iblis maka kecenderungan hati berubah untuk melakukan hal-hal yang jahat dan menganggap Tuhan salah dalam bertindak.
Perbanyak frekuensi untuk mendengar Firman Tuhan, niscaya hidup kita akan semakin berkenan kepada Tuhan dan menghasilkan hal-hal baik, hidup semakin berarti dan Tuhan tetap dipermuliakan.
Tetap semangat. Jbu