Sabtu, 18 September 2021

pertanyaannya apa yang kita buat dengan umur yang banyak itu?

2 Raja-raja 20:19  Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" 

Tuhan memberikan umur panjang bagi kita bukan supaya kita damai dan aman sendiri tapi untuk mempersiapakan generasi kita.

Pencapaian generasi berikutnya seharusnya melebihi pencapaian kita.

2 Raja-raja 21:1 Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hefzibah.2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. 3 Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan oleh Hizkia, ayahnya; ia membangun mezbah-mezbah untuk Baal, membuat patung Asyera seperti yang dilakukan Ahab, raja Israel, dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepadanya. 

Ketidak persiapan yang baik hanyalah menambah duka dalam kehidupan, padahal semua orang tentunya ingin menjadi pribadi-pribadi yang berguna.

2 Raja-raja 13:14 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"

Walau sudah lanjut usia masih tetap dibutuhkan, tahukah kita bahwa banyak orang muda disekeliling kita yang sedang bingung? Mereka mengharapkan nasihat dan arahan kita karena itu pakai kesempatan untuk selalu memiliki hubungan baik dengan Tuhan, dengan demikian ada pesan Tuhan yang dititip kepada kita untuk disampaikan.

2 Raja-raja 13:19 Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram." 

Walau sudah tua tetap masih punya beban untuk kerajaannya, orang-orang disekelilingnya. Bagaimana dengan kita, apakah masih punya beban untuk mereka yang sedang berbeban berat, putus asa?

2 Raja-raja 13:17 serta berkata: "Bukalah jendela yang di sebelah timur!" Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap." 

Walau sudah lanjut usia, Elisa tetap mengerjakan bagiannya yaitu mengarahkan orang kepada Tuhan yang dapat melakukan kemenangan.

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Yesus sudah membuka diri untuk menolong orang yang berbeban berat namun tetap diperlukan arahan dari orang-orang percaya. Karna itu jika ada orang yang Tuhan ijinkan datang kepada kita jangan lupa arahkan mereka kepada Tuhan.

Tetap semangat. Jbu

 

Jumat, 17 September 2021

p

pasangan yang bahagia bukanlah dua sejoli yang sempurna

1 Korintus 13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 

Banyak pasangan merasa kecewa ketika mendapati pasangannya ternyata jauh dari pengharapannya, mungkin ada yang saat ini sedang terombang ambing dan merasa ingin menyerah, ingatlah Firman sudah mengatakan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, pastikan kita memiliki Yesus dalam keluarga kita, maka segala ketidak sempurnaan itu akan disempurnakan.

Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kita bisa mengusahakan banyak hal untuk membuat pernikahan kita terus bertumbuh, kita bisa menunjukkan kasih sayang, tidak egois, dan saling memaafkan, tetapi tanpa komitmen untuk bersama sama mengikut Yesus maka segala usaha akan kembali sia sia.

Kolose 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Ingatlah!, hanya Kristus yang dapat memulihkan hubungan keluargamu, bukan akhli filsafat, atau penasihat perkawinan, pastikan bapak, ibu  memperbaiki hubungan dengan Yesus, maka KASIH yang dari Yesus akan mengalir dalam hatimu untuk memulihkan segalanya.

Amsal 18:14  Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? 

Hanya Yesus yang sanggup memberi semangat yang baru, sehingga kita  bersama pasangan akan dipulihkan hubungannya.

Ibrani 11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Percayalah, tidak ada kata terlambat, Tuhan sudah menyediakan sesuatu yang terbaik bagi keluarga kita, serahkan seluruh hidup kita kepadaNya, maka Tuhan yang akan menyempurnakan segala kekurangan kita dan pasangan kita.

Wahyu 3:2  Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

Tuhan saja bisa mengerti dan menerima segala kekurangan kita, Dia tidak pernah mengutak atik segala masa lalu kita, inilah yang dinamakan anugerah dan kasih karunia Tuhan.

Yakobus 3:2  Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Bangkitlah sekarang juga, terimalah pasangan kita apa adanya, mengucap syukur kepada Tuhan bahwa Dia telah memberi yang terbaik kepada kita.

Wahyu 3:3  Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Sekali lagi bertobatlah, jangan keraskan hati, sebab Tuhan membenci perceraian.

Maleakhi 2:16  Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! 

Kiranya Tuhan menerangi setiap hati yang keras, memulihkannya dan memberkatinya.

 

Kamis, 16 September 2021

Manusia memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan kompleks baik secara eksternal atau internal, material atau non-material, jasmani maupun rohani. Seorang dikatakan bahagia apabila kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi tergantung pribadi masing-masing orang. Salah satu yang dibutuhkan oleh manusia pada hakekatnya adalah pasangan, sesuai  Firman Allah bahwa tidak baik manusia itu seorang diri saja (Kejadian 2:18).

Pasangan adalah pribadi yang melengkapi hidup jasmani manusia dalam mewujudkan hidup bahagia dan sempurna walaupun sebagian orang memilih untuk tidak memiliki pasangan (tidak menikah) karena berbagai alasan. Memiliki pasangan (pacar) menjadi suatu impian seorang yang sudah dewasa dengan kriteria yang beragam, setelah itu berjuang keras mempertahankan hubungannya, mengumpulkan banyak uang  supaya ia dapat bersatu dengan pasangannya (menikahinya) meskipun sebagian besar anak muda berpasang-pasangan dengan tujuan yang tidak jelas.

Dalam membangun sebuah pernikahan yang baik haruslah diletakkan pada dasar yang benar pula sehingga rumah tangga diberkati Tuhan, sejahtera, dan bahagia. Secara tidak langsung (Tersirat) Allah memberikan sebuah teladan bagi umat manusia melalui karya penciptaan-Nya untuk dijadikan tolok ukur atau hal mendasar (fundamental) sebelum manusia itu dipersatukan (Adam dan Hawa).

Sebab itu, penulis mencoba membagikan kepada kita beberapa hal yang telah ditemukan dalam Alkitab Perjanjian Lama sebelum Allah mempersatukan manusia itu dan implikasinya bagi kehidupan saat ini.

  1. Kebutuhan (Needs). Kejadian 1:26-31 menceritakan tentang Allah menciptakan manusia itu pada hari yang ke-enam. Menjadi sebuah pertanyaan sederhana, mengapa Allah tidak menciptakan manusia itu pada hari pertama, kedua atau hari lainnya selain hari yang ke-enam? Jika dianalisa dengan logika manusia, suatu hal yang konyol ketika manusia diciptakan pada hari pertama atau hari lainnya selain hari ke-enam, sebab manusia tidak punya tumpuan kakinya, belum ada benda penerang, belum ada pekerjaannya, serta belum ada makanannya. Hal ini memberikan sebuah makna kepada seorang dewasa pentingnya mempersiapkan diri untuk kebutuhan jasmani yakni Rumah/tempat tinggal, Pekerjaan, dan kebutuhan lainnya. Salah satu faktor yang membuat sebuah keluarga tidak bahagia disebabkan karena kebutuhan jasmani yang tidak terpenuhi dengan baik. Faktanya dalam kehidupan nyata, terjadi perceraian, perselingkuhan, penganiayaan (KDRT) dan lain sebagainya disebabkan karena ketidakpuasan akan kebutuhan jasmani.  Berdasarkan pengamatan penulis, sepasang burung (jantan dan betina) yang sudah kawin dan mau bertelur mereka membangun sarangnya agar sang betina bertelur dan menetas disitu, jantan menjaga si betina dan anaknya dari bahaya, serta mencari dan memberikan makan kepada mereka. Contoh sederhana ini menjadi sebuah teladan kepada kita untuk mempersiapkan kebutuhan jasmani sebelum bersatu dengan orang yang kita kasihi.
  2. Gambar Allah (Image of God). Kehidupan manusia tidak hanya berbicara tentang jasmani tapi juga rohani dan ini satu paket yang tidak bisa dipisahkan untuk membangun kehidupan yang sempurna. Dalam Kejadian 1:26a, manusia itu diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah bukan dengan gambar yang lain. Allah adalah pribadi yang sempurna, artinya kita dibentuk dengan gambar dan rupa yang sempurna seperti Allah, dan Allah kerjakan sebelum manusia itu dipersatukan. Seorang yang se-rupa dan se-gambar dengan Allah, itu artinya dia memiliki sifat-sifat Allah. Jika kita melihat sifat Allah dalam aspek kehidupan moral, Alkitab mencatat bahwa Allah itu baik (Maz. 106:1), Allah itu kasih (1 Yoh. 4:8), Allah itu penyayang (Kel. 34:6), Allah itu sabar (Bil. 14:18), Allah itu setia (Ul. 7:9), Allah itu adil (Ul. 32:4, 1 Yoh. 1:9), Allah itu murah hati (Luk. 6:36)  dan Allah itu mengampuni (Kol. 3:13). Sifat inilah yang harus dimiliki oleh seseorang dalam membentuk sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Dalam kehidupan nyata, terdapat banyak keluarga yang hancur karena tidak memiliki sifat-sifat ini. Suami atau istri tidak saling mengasihi, tidak setia dengan pasangannya, tidak sabar dan tidak mengampuni sehingga rumah tangga bagaikan neraka. Angsa dan merpati terkenal dengan spesies binatang yang setia pada satu pasangan, penuh kasih dan penyayang. Angsa mencari pasangan baru jika pasangannya mati sedangkan merpati mencari pasangan sekali seumur hidup.  Teladan sederhana ini menjadi contoh dari sifat Allah untuk kita miliki supaya sukacita surga (kebahagiaan) ada dalam keluarga yang akan dibentuk.
  3. Jodoh (Partner). dalam Kejadian 2:18-22 menceritakan tentang Allah ingin memberikan seorang penolong yang sepadan dengan manusia itu (Adam), lalu membuat dia tertidur dan mengambil salah satu rusuknya, lalu dibangun-Nyalah seorang perempuan (Hawa) dan dibawanya kepadanya. Ini memberikan sebuah makna bahwa pasangan tidak datang atau lahir dari usaha manusia melainkan inisiatif Allah (Kejadian 2:18) karena Allah tahu pasangan yang sepadan dengan kita, dan itu diberikan ketika kehidupan jasmani dan kehidupan rohani sudah dibangun dengan baik. Sebagian besar anak muda bahkan yang seharusnya belum waktunya, berorientasi kepada pasangan bukan mempersiapkan diri pada kebutuhan jasmani (Pekerjaan, pendidikan, Skillrumah dan sebagainya) dan menjadi se-rupa dan se-gambar dengan Allah (Sifat-Nya). Matius 6:33 berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah serta kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kerajaan Allah dan kebenarannya berbicara tentang kehidupan kita yang sesuai dengan Firman Tuhan. Itu artinya bahwa pada waktu-Nya Tuhan, seorang yang hidupnya sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, pasti memperoleh semua yang seharusnya ia butuhkan, termasuk pasangan.

Demikianlah artikel singkat ini semoga menjadi berkat bagi kita semua, kiranya Kasih Karunia, Damai Sejahtera dan Sukacita dari Tuhan menyertai kita.

Tuhan Yesus Memberkati…


 

Selasa, 14 September 2021

 

Bersyukur merupakan langkah kecil tapi mengerjakan hasil besar

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Sekalipun pernyataan dan ajakan Rasul Paulus terlihat sederhana namun ada sesuatu yang indah di balik mengucap syukur dalam doa-doa kita.

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Bila kita melihat kebenaran-kebenaran Allah yg lebih dalam, kita akan temukan kedahsyatan dari mengucap syukur dalam doa-doa kita. 

Jika dipikirin akan semua yang sedang terjadi bisa menimbulkan kekuatiran tersendiri namun ketika kita mulai menyatakan syukur kepada Tuhan maka akan muncul kenyataan baru dimana Tuhan merubah  kekuatiran kita menjadi pengharapan.

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Sebagai orang yang beriman, ucapan syukur adalah deklarasi di hadapan sorga bahwa kita YAKIN TELAH MENERIMA yg kita doakan sekalipun kita belum melihat.

Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Saat kita berdoa dengan mengucap syukur itu adalah bukti kita percaya terhadap pengaturan Allah sebab pada kenyataannya Rohlah yang membantu kita dalam kelemahan kita.

Tetap semangat. Jbu

Sabtu, 11 September 2021

harta tidak dibawa mati tapi seringkali karna harta orang rela kehilangan nyawa

Ayub 1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 

Walau faktanya demikian namun dalam prakteknya banyak orang yang sikut sana sini demi sukses bisnisnya, tenar namanya dan masih banyak faktor penyebab dari usaha orang membangun kehidupan.

Lukas 12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Tidak salah menjadi kaya secara materi justru lebih baik demikian daripada menyusahkan orang lain. Yang salah jika dalam mengejar kekayaan orang itu mengabaikan kekekalan.

2 Tawarikh 26:5 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mencapai keberhasilan namun dari semua cara tidak ada yang dapat mengalahkan cara ini yaitu mencari Tuhan.

Belajarlah untuk mendisiplinkan diri mencari Tuhan, mengawali hari bersama Tuhan niscaya ada keberhasilan yang tersedia bagi kita.

2 Tawarikh 26:16 Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. 

Apapun yang ada pada kita semua karena Tuhan karna itu jangan membiarkan kesombongan hinggap apalagi mengusai kita.

Matius 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Utamakan Tuhan dalam hidup kita karena IA tahu apa keperluan kita, jika Tuhan yang dikedepankan maka janjiNya, IA menambahkan semua yang yang terbaik pada kita.

Tetap semangat. Jbu

 

Minggu, 05 September 2021

menang atas tawar hati. Bersama Yesus kita kalahkan tawar hati

2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Semua orang pasti pernah mengalami tawar hati. Tawar hati bukan hanya terjadi pada orang miskin, jemaat biasa tapi terjadi pada seluruh lapisan masyarakat, dan mungkin 
Saat kita kita sedang tawar hati.

1 Raja-raja 19:1-3 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang, 2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu." 3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

Jika Elia saja mengalami tawar hati maka tidak menutup kemungkinan untuk kita semua bisa mengalaminya. 

Tawar hati datang tanpa melihat sebesar apa keberhasilan kita dimasa lalu atau masa kini, datangnya tiba-tiba bahkan beriringan dengan keberhasilan kita.

1 Raja-raja 19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.

Tawar hati hanya bisa dikalahkan dengan makan dari Firman Tuhan. Walaupun ada kecenderungan untuk kembali tidur alias lemah lagi tetapi kita harus mau makan dari Firman Tuhan.

1 Raja-raja 19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."

Seringkali dalam keadaan tawar hati kita memilih untuk berlarut larut dalam keadaan tersebut namun untung kita punya Tuhan yang sangat mengerti keadaan kita, Ia tahu betapa tidak berdayanya kita yang sedang tawar hati.

Sambut kasih Tuhan dengan bangun dan makan dari Firman Tuhan.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Jika dalam tawar hati jangan menambah beban dengan mendengar berita-berita negatif dari sekeliling kita, bertobat dan disiplinkan diri untuk mendengar Firman Tuhan niscaya tawar hati akan sirna.


 

Rabu, 01 September 2021


pejuang yang mengambil hikmah dibalik semua peristiwa.

Amsal 19:11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. 

Memang butuh hikmat dan akal budi dalam menjalani kehidupan ini, sebab hampir setiap hari kita bisa saja menghadapi orang orang yang ofensif atau orang orang yang menjengkelkan, bahkan orang yang tidak berbudi, seperti pepatah berkata " kacang lupa sama kulitnya".

Amsal 10:12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. 

Ketika bertemu dengan orang orang yang sulit, kita harus belajar melatih diri untuk bisa memaafkan, jangan sampai kita tersinggung lalu menekan atau merendahkan mereka.

Amsal 10:13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. 

Ketahuilah!, Selalu ada orang orang yang tidak sepakat bahkan mempersulit kita, coba pahami latar belakang mereka, kenapa mereka menjadi orang yang sulit atau menyebalkan? sehingga kita bisa memaklumi mereka, biasanya orang yang suka menyakiti orang lain, karena mereka masih terluka, itu sebabnya orang yang terluka kecendrungannya memang mudah menyakiti orang lain.

Keluaran 23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.

Dalam segala peristiwa kehidupan jadilah pejuang bukan pecundang, pakailah selengkap senjata Allah, yaitu Firman Tuhan maka sesulit apapun situasi dan kondisinya kita akan selalu menjadi pemenang.

Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Ya, Allahku!, Engkau memang dahsyat dan luar biasa, kepadaMulah aku berserah dan percaya.

Roma 8:35  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Ketika bertemu dengan orang orang yang sulit, bahkan mempersulit, maafkan prilaku mereka dan pahami rasa sakit dibaliknya, jangan sampai kita terbawa perasaan lalu ikut tersinggung, ketahuilah apapun yang kita alami, jadilah kuat 

Roma 8:36-37 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Halleluyah,  luar biasa Tuhanku, hamba percaya kepadaMu dengan segenap hati, sebab kami bukan lagi pecundang tetapi pemenang.

 

Kemana Ku Cari Pertolongan?

Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1   Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...