Minggu, 10 Juli 2022

Ketika Allah Menolak Ibadah UmatNya

Ketika Allah Menolak Ibadah UmatNya

Filipi 2:14-15  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.

Bersungut sungut adalah satu kebiasaan yang sulit dihilangkan, sebab manusia pada dasarnya punya pemikiran negatif baik secara natural atau oleh karena keadaan dan pengaruh lingkungan.

Imamat 26:3-4  Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.

Semenjak jaman Adam dan Hawa, manusia membenarkan dan meyalahkan, malahan mereka membenarkan diri sendiri atas kesalahan yang dibuatnya, juga menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan atas kesalahan yang dibuatnya, padahal jalan hidup itu sederhana saja, jika kita mau mengikuti dan mengalir dalam segala keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi.

Imamat 26:27-28  Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, dan hidupmu tetap bertentangan dengan Daku, maka Aku pun akan bertindak keras melawan kamu dan Aku sendiri akan menghajar kamu tujuh kali lipat karena dosamu.

Jangan pernah menyalahkan orang lain atas kebahagiaan kita, karena hidup bahagia adalah pilihan, kita bisa memilihnya sekarang juga, bukan besok!, yang jelas kita harus berhenti menggerutu dan mempermasalahkan perkara perkara kecil, berdamailah dengan keadaan saat ini, terimalah kenyataan hidup apa adanya dengan ucapan syukur, sebab Tuhan masih ada bersama kita.

Ayub 11:16-18 bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu, kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari, engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram.

Jangan memusingkan perkara perkara, yang sudah terjadi biarlah terjadi!, maklumi dan pahami saja bahwa semuanya itu hanyalah sebagai riak riak kecil dalam kehidupan, sebagai variasi kehidupan yang menghiasi hidup agar kita bisa mengenal keadaan baik dan tidak baik, enak dan susah, panas maupun dingin, sehat ataupun sakit.

Yesaya 48:18  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, 

Yang penting masih ada Tuhan yang selalu menyertai hidup kita, Dia selalu ada didalam seluruh aspek kehidupan kita, baik senang maupun susah.

Tetap semangat. Jbu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kemana Ku Cari Pertolongan?

Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1   Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...