Puas Dalam Segala Keadaan
Mazmur 131:2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
Terjemahan lain dari ayat ini berbunyi demikian
Mazmur 131:2 (VMD) Namun, aku tenang dan berdiam diri seperti seorang bayi yang puas di pelukan ibunya.
Kita yang sudah dewasa tentunya bisa menyembunyikan perasaan kita namun tidak demikian dengan bayi, ia apa adanya. Bayi tidak akan pernah berhenti untuk berteriak, menangis sampai ia puas dengan dekapan ibunya. Jika hari ini kita sulit bersyukur, marah-marah bahkan menyalahkan keadaan serta orang lain, kemungkinan kita sedang jauh dari dekapan Bapa sorgawi.
Mazmur 78:70 dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; 71 dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.
Jika kita puas dengan dekapan kasih Bapa maka kita tidak akan menggerutu saat situasi dan kondisi tidak bersahabat dengan kita, toh pada akhirnya Daud dipilih Tuhan untuk skala dan pencapaian yang lebih besar.
1 Samuel 16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
Jika kita bisa menaruh harapan penuh kepada Bapa sorgawi maka kita akan tenang dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan pergumulan ini. Jika ini yang kita lakukan maka pada akhirnya kita akan dianggap penting untuk sebuah acara yang akbar.
Jangan pernah “baperan” jika saat ini kita seakan dianggap remeh, dipandang hina, terus saja menunaikan tugas dan tanggung jawab kita dengan hasil terbaik karena masa promosi sesungguhnya tinggal sejengkal untuk terjadi.
Daud bisa saja terheran-heran dengan fakta yang sedang terjadi mungkin saja ini bisa nyanyikan “ini bukan mimpi tapi kenyataan..” karena memang promosi Tuhan datang tanpa meminta persetujuan orang kuat didunia ini.
Mazmur 121:3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
Maju terus bersama Yesus, kerjakan bagian kita dengan penuh tanggung jawab, pastikan bahwa setiap taburan kita sedang disaksikan oleh Sepasang mata, Sang penentu dan pengendali terhebat sepanjang zaman, Tuhan Yesus Kristus.
Mazmur 131:3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!
Berharap kepada manusia cenderung kecewa tapi berharap kepada Tuhan adalah kepastian.
Kalau kepada orang tertentu saja kita bisa menaruh harapan kenapa tidak fokus kepada yang pasti saja?
Tetaplah berharap kepada Tuhan, niscaya ada pertolongan yang pasti.
Tetap semangat. Jbu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar