Ibrani 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Perubahan-perubahan akan tetap terjadi.
Diri kita terus berubah.
Sekeliling kita berubah.
Ada perubahan yang baik dan menyenangkan, namun banyak juga yang kurang menyenangkan.
Kita akan terus terlibat dalam perubahan. Kita sendiri mungkin menjadi pelaku perubahan itu, atau kita menjadi objek dari perubahan. Kita sering menuntut adanya perubahan, tapi kita juga sering was-was dan khawatir dengan adanya perubahan.
Dalam sebuah tulisan disebutkan bahwa dalam usia tertentu banyak wanita khawatir dengan perubahan fisiknya. Dengan perubahan ini, maka sebagai seorang istri, dia takut kalau suaminya berubah kasih setia. Priapun ada juga ketakutan-ketakutan tertentu menyangkut perubahan- perubahan yang dialaminya.
Di tengah-tengah perubahan yang terus berlangsung, kita bersyukur karena Yesus Kristus tetap sama. Yesus Kristus tidak pernah berubah hati-Nya… kasih-Nya… kesetiaan-Nya… perhatian-Nya… rencana-Nya.
Sebaliknya kitalah yang sering berubah-ubah. Kita yang sering pasang-surut dan turun-naik dalam kesetiaan. Kitalah yang sering berubah sikap kepada-Nya.
Dengan meyakini bahwa Yesus tidak pernah berubah hati-Nya kepada kita, maka marilah kita pegang janji-Nya. Kita terus belajar untuk semakin setia kepada Dia yang tak pernah berubah.
Mazmur 138:2-3
Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Mari kita terus hidup di dalam dan di bawah kasih setia-Nya yang tak berhingga. Janganlah beranjak dan jangan bergeser dari situ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar