BEBAN UNTUK BERDOA
(Mat 11:28-30) ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan”.
PENDAHULUAN
Setiap orang pasti ingin hidup tanpa beban, tetapi manusia itu sendiri tidak bisa melepaskan diri dari beban, karena pada hakekatnya beban itu selalu ada, dan tidak seorang pun yang hidup tanpa beban. Tetapi yang menjadi masalah adalah, dari mana asal beban itu. Ada dua macam beban dalam kehidupan orang percaya yaitu beban yang harus dilepaskan dan beban yang harus kita tanggung.
1. BEBAN YG HARUS KITA LEPASKAN
Beban yang diakibatkan karena salah dan dosa kita, iblis, dunia, serta beban yang kita tanggung sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus.
2. BEBAN YG HARUS KITA TANGGUNG
Beban dari Tuhan yang Dia ijinkan untuk kita pikul dalam hidup kita. Beban ini harus kita tanggung, karena beban ini mengerjakan sesuatu yang indah dalam kehidupan kita.
Tidak semua beban mengakibatkan hal yang buruk, beban yang Tuhan taruh dalam hidup kita justru pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah, baik bagi kita sendiri maupun bagi orang lain.
Jadi beban akan menghasilkan doa, dengan adanya beban akan mendorong kita untuk berdoa kepada Tuhan, sebab beban yang diikuti dengan doa, akan mengalami sesuatu yang luar biasa.
Dalam (Yak 5:16), Dengan yakin dalam bahasa Yunani artinya “energio” atau energi, jadi kalau doa tidak ada energi/ beban akan hambar. Itulah sebabnya Tuhan berikan beban dalam hidup kita supaya kita sungguh-sungguh datang kepada Tuhan.
3. CONTOH BEBAN DOA
a. Beban Pribadi (1 Sam 1:9-11) Hana mempunyai beban yang luar biasa beratnya, dia tidak bisa mempunyai anak. Tetapi Hana sungguh-sungguh melakukan pergumulan pribadi, hingga suatu ketika dia curahkan bebannya kepada Tuhan di dalam doa. Dan Tuhan dengarkan doanya, sehingga Hana dikaruniakan seorang anak yang akhirnya dipakai Tuhan secara luar biasa.
b. Beban Untuk Pekerjaan Tuhan (Neh 1:3-4).
Nehemia adalah orang awam yang berkedudukan tinggi sebagai penyaji minuman raja, meskipun Nehemia sudah tinggal di Babel, tetapi hatinya masih di Yerusalem. Ketika dia mendengar tembok Yerusalem hancur, ia terbeban untuk membangun kembali. Kemudian dia menyerahkan bebannya di dalam doa, Tembok yang sudah 100 tahun terbengkalai dapat dibangun hanya dalam waktu 52 hari.
c. Beban Untuk Keselamatan Orang Lain (Dan 9:1-2).
Meskipun sudah tua, tetapi beban Daniel untuk keselamatan bangsanya tidak pernah pudar. Ketika menyelidik Firman Allah, dia tahu bahwa tahun ini Tuhan akan memulihkan bangsanya. Daniel berdoa supaya Tuhan membawa bangsanya ke Yerusalem.
Ketika Daniel berdoa, Tuhan mulai bekerja dan akhirnya Tuhan menjawab doanya, dengan suatu nubuatan tentang bangsa Israel dan rencanaNya pada akhir jaman.
d. Beban untuk keselamatan umat manusia (Mat 26:37-38) Sangat berat beban yang dipikul Yesus, karena harus menanggung beban keselamatan seluruh manusia. Karena itu dia berdoa kepada Bapa untuk mohon pertolongan, Bapa jawab doaNya melalui malaikatNya untuk memberi kekuatan kepada Yesus, supaya Dia bisa menyelesaikan tugasnya, mati di kayu salib untuk kita, karena beban dan doaNya itulah kita bisa selamat.
Meskipun saat ini Dia sudah menyelesaikan tugasnya, tetapi sampai saat inipun, bahkan setiap hari Tuhan Yesus masih menanggung beban kita (Maz 68:20).
PENUTUP
Serahkan beban doamu kepada Yesus, jangan kita pikul sendiri. Apapun beban kita, datang kepada Tuhan,letakkan beban itu di bawah kakiNya. Maka di saat itu juga Tuhan akan bekerja, dan kita akan melihat pertolongan Tuhan yang luar biasa.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanš„
Tidak ada komentar:
Posting Komentar