Orang hebat kadang lahir dari orang sederhana
Samuel adalah anak yang lahir dari doa penuh pergumulan seorang istri yang merasa teraniaya oleh perlakuan istri muda suaminya.
Ya, awalnya ibu Hana tidak memiliki anak, sementara istri lain dari suaminya yaitu ibu Penina, memiliki anak-anak. Dengan doa yang penuh harap dan tangis ibu Hana memohon kepada Tuhan untuk memberinya anak. Bahkan ia berjanji untuk menyerahkan anak itu kelak menjadi hamba Tuhan.
Tuhan pun mendengar doa ibu Hana. Memang tidak ada doa yang tidak didengar Tuhan. Ibu Hana pun melahirkan anaknya dan memberi nama "Samuel" pada anak itu. Setelah disapih, Ibu Hana dan suaminya membawa Samuel yang masih sangat kecil untuk belajar melayani di rumah Tuhan, di Silo, di bawah pengawasan Imam Eli.
Sayangnya, keluarga Imam Eli dan keluarganya tidak menjadi berkat bagi bangsa Israel. Kelakuan jahat anak-anak Imam Eli terkenal di antara bangsa Israel. Dan bukan tidak mungkin ibu Hana tidak tahu atau tidak pernah mendengar berita buruk itu. Tapi ibu Hana tetap berani menyerahkan Samuel untuk tinggal di Silo, bersama keluarga Imam Eli.
1 Samuel 2:26
Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.
Bagaimana bisa seorang bocah kecil seperti Samuel, tumbuh besar di lingkungan yang rusak tapi menjadi berkat, menyenangkan hati Tuhan dan sesama? Bukankah lingkungan sangat besar pengaruhnya bagi anak-anak? Banyak lho anak-anak yang suka meniru kelakuan orang-orang di sekitarnya.
A. Samuel memiliki ibu yang beriman dan berserah kuat kepada Tuhan.
1 Samuel 1:27,28
Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.
Ibu Hana menyerahkan Samuel dengan resiko besar kelak anaknya terpengaruh dengan kelakuan buruk keluarga Imam Eli, tapi Ibu Hana tahu kepada siapa sebenarnya dia menyerahkan anaknya, yaitu kepada Tuhan. Dengan tenang ia jalani nazarnya, tanpa takut, karena apapun yang terjadi pada Samuel kelak; terserah Tuhan.
B. Ibu Hana terus-menerus mengingatkan "status Samuel".
1 Samuel 2:18,19
Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.
Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.
Dengan membuatkan baju efod dan memakaikannya kepada Samuel, dalam pertemuan mereka yang hanya setahun sekali, ibu Hana mengingatkan Samuel tentang statusnya sebagai anak nazar, sebagai hamba Tuhan.
Ketika ibunya pulang ke rumah yang jauh dari Silo, sebagai anak, tentu Samuel rindu ibunya. Tapi setiap ia ingat ibunya, ia lihat baju efodnya, ia ingat statusnya sebagai anak yang sudah diserahkan pada Tuhan, anak yang sudah menjadi milik Tuhan.
Masih ingat Kain anak Adam yang pergi jauh dari hadapan Tuhan setelah membunuh Habel?
Kain memiliki keturunan yang bernama Lamekh. Lamekh membunuh seorang laki-laki yang telah melukai matanya. Cerita tentang kepahitan hati kakek Kain turun temurun, sampai keturunannya pun mudah pahit hati hingga tega melakukan kejahatan yang lebih besar.
Perhatikanlah cerita atau pesan-pesan yang kita sampaikan kepada keluarga kita. Apakah pesan-pesan itu memberkati atau justru menumbuhkan perasaan serta sifat yang jahat dimata Tuhan, yang kelak merugikan mereka bahkan bisa membunuh masa depan mereka.
Setiap kalimat yang kita gaungkan di dalam rumah kita berdampak bagi seisi rumah, apakah memberkati atau justru sebaliknya. Hati-hati, itu bisa menjadi warisan abadi bagi orang-orang termasuk anak-anak di rumah kita.
Warisan berupa harta bisa saja menjamin keberhasilan ekonomi dan karir anak-anak kita, tapi tidak menjamin kebahagiaan mereka. Tapi warisan Firman Tuhan yang hidup, kenangan dan kesaksian bagaimana iman dan harap kita kepada Tuhan menolong kita menjalani kehidupan di bumi merupakan warisan yang tidak akan pernah hilang yang akan menyelamatkan mereka . Kiranya Tuhan menolong kita.
Tetap semangat. Jbu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar