sadarilah tidak semua orang sukses berbahagia.
Kejadian 4:10-16
Kain yang telah membunuh Habel, adiknya, harus menanggung hukuman akibat perbuatannya itu. Tapi Tuhan yang penuh kasih memberinya tanda agar ia jangan dibunuh. Kalaupun ia dibunuh, orang yang membunuhnya akan menerima balasan tujuh kali lipat.
Sebenarnya Tuhan mau Kain bertobat. Tuhan tetap membuka peluang itu.
Sayangnya Kain menolak, dan pergi dari hadapan Tuhan.
Kejadian 4:17-23
Di tengah pengembaraannya, jauh dari hadapan Tuhan, Kain memperoleh keturunan. Bahkan ia membangun kota. Keturunan-keturunan Kain adalah orang-orang hebat. Bapa dari segala peternak, bapa dari pemain kecapi dan suling, bapa semua tukang tembaga dan besi. Di masa itu industri tenda, ternak, musik, pertambangan dimulai, dari keturunan Kain!
Kita semua bisa berhasil dalam membangun apa saja yang kita usahakan. Tetapi mari belajar dari keluarga Kain. Keberhasilan mereka apakah membawa kepuasan dan kebahagiaan?
Kejadian 4:23-24
Lamekh, keturunan kelima dari Kain memberitahu istri-istrinya bahwa ia telah membunuh orang yang telah melukainya. Dosa yang pernah dilakukan Kain, kini dilakukan Lamekh.
Bila ada dosa yang tidak diselesaikan, lalu orang itu memberontak dan pergi menjauh dari Tuhan akan mengakibatkan hal-hal fatal dalam keluarga, meskipun di mata dunia dia dan keluarganya adalah orang-orang yang berhasil!!! Waspadalah!!!
Mazmur 127:1-2
Rumah yang kita bangun, kota yang dijaga pengawal bahkan pekerjaan yang kita garap semuanya bisa saja terbangun, terjaga dan nampak sukses dimata manusia tapi sia-sia bila tanpa penyertaan Tuhan. Sebagaimana Kain dan keturunannya, hebat, sukses tapi tidak memiliki damai dalam hati mereka.
Mazmur 127:3-5
Tabur Firman Tuhan dalam keluarga. Bangun mezbah keluarga. Itu sama dengan mengasah anak-anak panah yang kelak dipakai oleh Tuhan.
Ketika kita menabur Firman Tuhan kita akan menuai kedahsyatan Firman. Berbeda bila kita menabur hal-hal yang berbau kedagingan, kita pun akan menuai kebinasaan.
Tidak ada keturunan Kain yang selamat dalam peristiwa air bah. Semuanya mati karena Tuhan menghukum mereka akibat tidak ada pertobatan.
Kiranya Tuhan menolong kita, untuk terus menghormati Tuhan, membangun mezbah keluarga sehingga hadirat Tuhan nyata dalam keluarga kita masing-masing.
Tetap semangat. Jbu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar