Minggu, 21 November 2021

kuasa pujian

Kuasa Pujian

1 Petrus 5:8
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

❇️ Kemenangan orang percaya telah digaransikan Tuhan Yesus namun sadar atau tidak, akui atau tidak kadang-kadang auman iblis ini membuat kita gagal fokus.

Mazmur 149:6-7
Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,

❇️ Iblis membelenggu dan menyiksa umat manusia dan selama manusia tidak menggunakan mulut untuk memuji Tuhan akan terus hidup dalam kekalahan.

Kisah Para Rasul 16:24-25 
Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

❇️ Paulus dan Silas tidak mau terus berada dibawah kendali iblis karena itu mereka menggunakan mulut untuk memuji Tuhan, tidak heran kemenangan Tuhan terjadi bagi mereka, bagaimana dengan kita?

Mazmur 8:3 
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 

❇️ Selain Nama YESUS, ternyata puji-pujian juga merupakan dasar kekuatan untuk membungkamkan musuh yang suka memprofokasi dan mengintimidasi.

❇️ Pakailah mulut kita untuk mempermuliakan Tuhan bukan untuk mempermalukan nama Tuhan niscaya kemenangan Tuhan menjadi milik dan bagian kita.

2 Tawarikh 20:22
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

👉  Ternyata sesederhana itu cara untuk mengalahkan lawan. Tetaplah memuji Tuhan maka IA akan berperang ganti kita.

Tetap semangat. JBU

Sabtu, 20 November 2021

visi tanpa eksekusi adalah lamunan

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan

Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. 

Setiap orang sebenarnya diberikan Tuhan Wahyu atau Visi untuk menjalani kehidupannya, hanya seringkali mereka kurang menyadarinya sehingga mereka menganggap sebagai khayalan belaka yang tidak mungkin bisa dicapai, orang orang yang demikian patut dikasihani karena mereka menjadi orang yang hidup tanpa tujuan.

Kejadian 37:19-20  Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"

Yusuf adalah seorang yang gigih dan bertahan pada visinya, sekalipun banyak penghalang pada akhirnya dia berhasil menjadi orang kedua di Mesir untuk memerintah bersama Fir'aun.

Ulangan 31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Jadilah kuat, jadilah teguh!, bentangkan visi dan misi kita sejauh mata memandang, jangan takut dan gemetar, lalu meletakkannya dan mengabaikannya begitu saja!, raihlah, gapailah dan wujudkanlah sekarang juga, miliki iman dan keyakinan, bahwa bersama Tuhan kita pasti bisa!.

Ayub 33:14-15 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya, dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, 

Tuhan merancang kita untuk mendengar suaraNya, sebenarnya kita secara otomatis memiliki semacam reseptor yang memungkinkan kita untuk mendapatkan bimbingan dari Tuhan.

Yeremia 27:9 Mengenai kamu, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu, juru-juru tenungmu, juru-juru mimpimu, tukang-tukang ramalmu dan tukang-tukang sihirmu yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel!

Seringkali pikiran dan alam roh kita menjadi liar, menerawang tanpa arah, karena terpengaruh oleh ajaran, informasi, hoax yang melebihi tukang ramal dan tukang tenung, serta nabi nabi palsu, sehingga tidak lagi bisa membedakan mana yang dari Allah dan mana yang dari ilah.

Yosua 1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 

Jadilah pribadi yang berkualitas dan bijaksana, yang selalu konsisten dan komitmen, menjalankan visi dan misinya, sebab keberhasilan itu membutuhkan target yang jelas dan keteguhan hati, yang diwujudkan dalam tindakan dan perbuatan, bukan sekedar lamunan belaka. 

Tetap semangat. Jbu

Selasa, 16 November 2021

hidup itu indah jika kita bersukur

Selasa, 16 November 2021

Hidup itu indah jika kita selalu bersyukur atas semua yang ada

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Hal pertama dan terutama ialah bersyukur atas apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita, atas kehidupan yang boleh kita jalani, atas makanan dan minuman yang boleh kita makan dan minum, atas waktu, kebebasan, serta pikiran yang boleh kita pergunakan untuk bekerja dan berkarya.

Filipi 4:4-5 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 

Tuhan sanggup mengubah segala hal hal buruk dalam hidup kita menjadi kebaikan, Dia akan menggunakan hal hal sulit dalam hidup kita untuk membangun karakter kita agar menjadi alat bagi kemuliaanNya.

Mazmur 25:17-18 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku. 

Melalui berbagai sengsara dan kesukaran, kita belajar dari Tuhan, agar kita semakin serupa dengan Kristus, dalam kesesakkan kuasa Tuhan semakin sempurna

2 Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

Karya Allah selalu selalu nyata dalam segala keadaan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia, dalam ucapan syukur kita bisa merasakan kasih karunia Tuhan yang begitu berlimpah limpah.

2 Korintus 12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Kita tidak bersyukur atas hal buruk yang terjadi, tetapi kita bersyukur atas kekuatan dan kemampuan yang Tuhan berikan pada kita untuk melalui segala keburukan, aniaya dan kesesakan yang kita alami, supaya nyata bahwa didalam Tuhan segala kelemahan kita akan diubah Tuhan menjadi kekuatan, agar kita sanggup dan mampu bertahan dalam segala situasi dan keadaan.

Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Hal termudah untuk mengubah situasi dan keadaan yang buruk adalah mengubah pola pikir kita, sebab ucapan syukur datangnya dari dalam hati, bukan dari luar, jika pikiran kita baik, maka baik pula keadaan kita. 

Selamat hari minggu, selamat melayani Raja diatas segala raja.
Tetap semangat. Jbu

Jumat, 12 November 2021

Setia itu sederhana, susah senang, suka duka, apapun kondisinya selalu tetap bersama Tuhan sambil mengucap syukur.

Setia itu sederhana, susah senang, suka duka, apapun kondisinya selalu tetap bersama Tuhan sambil mengucap syukur.

Yeremia 12:1 Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? 

Tidak ada kekuatan yang lebih dahsyat dari marahnya orang paling sabar dan kecewanya orang yang paling setia, demikianlah keluhan dari nabi Yeremia, apakah kita juga pernah mengeluh?, lalu mulai stres dan putus asa, dan berniat mundur dari Tuhan?.

Yeremia 12:2 Engkau membuat mereka tumbuh, dan mereka pun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka. 

Hidup itu penuh emosi, dalam suatu periode waktu kita bisa ngerasain berbagai emosi yang berbaur menjadi satu, namun berbuat baiklah kepada orang orang jahat karena merekalah yang paling banyak membutuhkan kebaikan, karena itulah yang membuat kita jadi seimbang.

Keluaran 20:3-4 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku, jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Jaman now, allah lain bukan lagi berbentuk patung, manusia itu rentan terhadap bujukan, bahkan bujukan yang paling sederhanapun sanggup membuat manusia tidak berdaya, mulai dari bujukan hobi, bujukan kekayaan, sampai bujukan kesuksesan membuat kita lupa daratan.

Keluaran 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.

Kenyamanan dan kemapanan hidup membuat manusia malas dan ogah berdoa, membaca dan merenungkan Firman, mereka lebih suka menyukai tidur sambil bermalas malasan, atau main game, wa, ketimbang beribadah.

2 Samuel 22:26-27 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. 

Menjalani kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa kita manusia adalah ciptaan Allah, hanya manusia yang berbudi yang tahu arti kesetiaan kepada Sang Pencipta, yaitu Allah sendiri.

Amsal 12:22 Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. 

Jangan memperioritaskan kehidupan duniawi, sebab kehidupan yang sesungguhnya dimulai setelah kematian, itu sebabnya jadilah setia sebab kesetiaan mendatangkan perkenan Tuhan, yang memberi jaminan kita masuk Sorga.

Filipi 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 

Dalam setiap usaha selalu ada jalan, teruslah berlajar dan bertahan dalam iman, seberat apapun kita di proses, jangan menyerah!, tetap kuat dan berdiri teguh, berpikirlah positif seberapapun beratnya kehidupan saat ini.

Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 

Hai orang yang setia, hatimu boleh patah!, matamu boleh basah, jangan pernah menyerah, percayalah!, pelan tapi pasti semuanya akan kembali menjadi baik, bahkan lebih baik dari semula. 

Tetap semangat.  Jbu

Selasa, 02 November 2021

msm 126:1-6

MENABUR BENIH HIDUP
Mazmur 126:1-6

PENDAHULUAN
Pekerjaan “menabur”, bukan sesuatu yang instant=langsung jadi; Harus lewati banyak pergumulan. Semua yang dikerjakan (menabur) pasti pada saatnya akan menuai, ada yang menabur langsung tuai, tetapi ada juga yang menabur lama kemudian menuai. Menabur dengan cucuran air mata.

YANG DITABUR
Benih, sesuatu yang kecil, sederhana, tetapi di dalamnya ada kehidupan, daripada menabur yang banyak dan besar tetapi sesuatu yang mati, percuma
• Benih Firman ( Injil )
• Benih berkat
• Benih keteladanan
• Benih pengetahuan, pendidikan
(Matius 13:4-8) perumpamaan Yesus tetntang benih yang ditabur
• Sebagian benih jatuh di pinggir jalan
• Sebagian benih jatuh di tanah yang berbatu-batu
• Sebagian benih jatuh di tengah semak duri
• Sebagian benih jatuh di tanah yang baik
Menabur benih harus tahu sasaran yang jelas dan pasti, agar jerih Lelah kita tidak sia-sia

MENABUR DAN AKIBATNYA
(Amsal 11:18; 22:8); Jika yang ditabur tidak baik yang dituai juga tidak baik, tetapi juga sebaliknya.
(Hosea 8:7) Yang ditabut sedikit tetapi yang dituai jadi banyak

AGAR BERHASIL MENABUR
1.  Seperti orang sedang bermimpi= sepertinya tidak percaya; Tuhan hibur kita dengan sesuatu yg akan datang. Jangan selalu ingin melihat tuaian yg sekarang, “akan menuai” jadikan suatu penghiburan dan semangat. Hidup adalah anugerah Tuhan, untuk itu kita harus tetap semangat bekerja demi tuaian yg akan datang.
Menabur dengan penuh impian, keyakinan akan menuai dan menabur dengan visi, seperti Daud yang memiliki kerinduan untuk membangun Bait Allah tetapi dia mempersiapkan semuanya untuk dapat di bangun oleh Salomo.

2.  Tanggung jawab untuk menurunkan nilai-nilai kepada pemimpin-pemimpin, generasi yg akan datang, sebab kita sangat terbatas. 
Jangan bekerja hanya untuk generasi kita sendiri, berpikir untuk satu kurun waktu saja, jangka panjang. Kejadian 26:18-22 Ishak menggali sumur-sumur.
Di Gerar terjadi musim kemarau, tetapi Ishak menggali sumur yg dulu digali oleh ayahnya; Abraham telah bekerja di zamannya, peranan orang-orang tua= senior. Ketika digali dapat memancarkan air kehidupan dimusim kemarau= sumber-sumber kehidupan, berkat-berkat; Ishak tidak hanya menggali sumur seniornya, (ay 32-33) tetapi juga menggali sumber sendiri.
(1Raja 2: 2- 3) Daud memberikan sesuatu bagi keturunannya, Salomo jadi raja luar biasa; Daud membekali salomo: ”Lakukanlah segala ketetapan” selalu berpegang pada ketetapan Firman Allah.(1 Tawarikh 29:3) Daud memberikan Salomo mas, perak untuk pembangunan Bait Allah, bukan untuk pribadinya.
Ingat doa Salomo hanya minta hikmat, mengapa Salomo berdoa seperti itu, sebab sudah belajar dari Daud ayahnya, yang sebenarnya tidak mungkin bisa jadi raja, tetapi dengan hikmatNya Daud berhasil.
Bekerja untuk mewariskan sesuatu bagi generasi yang akan datang; Semangat menabur menjadi motivasi untuk kita terus menabur.
(Yesaya 60,61) Jangan heran sebab gereja akhir zaman akan berlimpah-limpah; Untuk itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh hati. 

3.  Bekerja dengan penuh suakcita dan sungguh-sungguh, yang dilihat hanya tuaian yang sudah dijanjikan Tuhan bagi kita. (Pengkhotbah 9:10) Bekerjalah dengan integritas yang tinggi, sebab pasti ada tuaian besar. Menabur dg motivasi yang benar. (Kolose 3:23) Bekerja dengan fokus apa yang ditabur, jangan sekedar dan sampingan saja

DOA DAN HARAPAN
(1 Korintus 15:58) ”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan🔥

Minggu, 31 Oktober 2021

Janji Tuhan itu pasti

Yosua 21:45 Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. 

Setiap orang percaya diberikan janji Tuhan dan janji Tuhan pasti terjadi dalam hidup kita.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan

Sebesar apapun pergumulan kita dihari ini, seburuk apapun keadaan kita yang pastinya adalah IA berjanji berikan hari depan yang penuh harapan bagi kita.

Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Bisa saja kita sedang gelisah, takut hari ini karena kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi tapi yang jelas adalah IA berjanji memenuhi keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya.

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Sepenat apapun keadaan kita jangan pernah putus asa sebab IA yang berjanji akan berikan kelegaan bagi kita.

Yesaya 40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Bisa saja kita merasa tidak punya daya lagi karena terlalu banyak yang harus kita tanggung tapi yang jelasnya IA berjanji berikan kita kekuatan sehingga kita dapat menanggungnya.

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Jalani setiap proses dan ujian dengan kemantapan hati bahwa kita dapat menanggung semuanya karena IA yang berikan kekuatan pada kita.

Tetap semangat. Jbu

Minggu, 24 Oktober 2021

1 pet 2:16

1Petrus 2:16

Salam jumpa untuk semua hamba Allah yang ada di tempat ini.

Seseorang yang disebut “hamba” mengabdi kepada tuannya, apapun konsekuensi yang harus diterima. Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru kata “hamba” juga punya konotasi sebagai seorang pelayan. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan meneliti kata-kata dalam bahasa aslinya. Tetapi mengenai kata ini saya akan sertakan tautan dari karya tulis dan artikel berikut ini (“Kepemimpinan Hamba” – Rachel Iwamorry, Ph.D., dan “Aku ini adalah Hamba Tuhan” – Herlise Yetty Sagala, D.Th., D.Min.). Sehingga dalam bahasan kali ini saya akan samakan antara seorang hamba dan seorang pelayan. Ini saya tegaskan di awal supaya yang mendengarkan mengerti mengapa saya tidak berusaha membahas dari sisi bahasa asli.

Bapak/ibu/saudara/saudari, konsep melayani telah menjadi standar teratas yang diharapkan oleh banyak orang dalam banyak aspek. Saat berbicara mengenai perdagangan, penyediaan jasa, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Bagi orang percaya yang sering disebut “christianos” (Kisah Para Rasul 11:26), konsep melayani adalah sesuatu yang tidak terpisahkan. Karena Yesus menegaskan maksud dan tujuan kedatanganNYA ke dunia adalah untuk melayani. Matius 20:28.

Rasul Petrus berusaha mengingatkan orang-orang percaya untuk menjalankan kemerdekaan di dalam Kristus bukan untuk berbuat kejahatan, tetapi untuk hidup sebagai hamba Allah. 1Petrus 2:16. Seorang hamba Allah atau pelayan Tuhan, tidak dibatasi oleh status yang diberikan suatu organisasi Gereja. Maksudnya mulai dari Gembala Jemaat, staf Gereja, pengurus Gereja, pelayan, dan aktivis. Bahkan seluruh jemaat yang sudah dimerdekakan oleh Kristus (Galatia 5:1), diminta oleh Rasul Petrus hidup sebagai hamba Allah.

Jika seseorang yang disebut hamba Allah atau pelayan Tuhan hanya dibatasi dengan definisi yaitu mereka yang melayani di Gereja. Maka kita akan terus akan kekurangan pekerja di ladang tuaian ilahi yaitu jiwa-jiwa. Saya akan coba gambarkan ekspektasi banyak orang percaya mengenai konsep “hamba Tuhan”. Jika seorang hamba Tuhan bekerja dalam Gereja dengan luar biasa, mereka seharusnya bisa menjangkau 1,000 orang setiap hari. Sedangkan seorang “jemaat” yang diperlukan adalah datang ke Gereja dan tidak perlu menjangkau siapapun, karena sudah ada hamba Tuhan yang melakukan penjangkauan.

Pemikiran ini salah! Seseorang mungkin nampaknya luar biasa dalam penjangkauan, tetapi itu tidak dapat mengalahkan keterlibatan orang lain yang secara konsisten menjadikan orang lain penjangkau jiwa sama seperti dirinya. Sebut saja “A” adalah pelayan Tuhan di Gereja yang mampu menjangkau 1,000 orang per hari, pada tahun ke-4 jika ia konsisten maka A menjangkau 1,460,000 orang. Namun ada juga “B” yang tidak disebut hamba Tuhan atau pelayan Tuhan di Gereja. Ia menjangkau hanya 2 orang dalam setahun, tetapi ia selalu memastikan bahwa 2 orang yang dijangkaunya kemudian akan menjangkau masing-masing 2 orang lain. Maka pada tahun ke-4 jika ia konsisten, ia akan menjangkau 80 orang.

Secara statistik tentu saja akan lebih fenomenal angka yang dicatatkan A dibandingkan B. Namun mari kita lihat angka A di tahun ke-8 (2,920,000 orang) dibandingkan dengan B (6,560 orang). Tunggu sebentar di sini, kalau kita asumsikan mereka konsisten (A menjangkau 1,000 orang per hari dan B menjangkau 2 orang per hari) kita akan tercengang melihat hasil dari tahun ke-16. Pada tahun ke-16 A yang sibuk menjangkau tetapi karena sibuknya menjangkau 1,000 orang per hari ia tidak sempat meminta dan mengajari 1,000 orang itu untuk menjangkau lagi dan puas hanya dengan melihat mereka duduk manis di Gereja. Sedangkan B terus memastikan 2 orang yang dijangkaunya kembali menjangkau 2 orang lain. Angka yang dihasilkan penjangkauan A di tahun ke-16 adalah 5,840,000 orang, sedangkan B di tahun ke-16 menjangkau 43,046,720 orang! Tujuh kali lipat hasil penjangkauannya.

Tentu saja saya tidak ingin kita terjebak melihat jiwa-jiwa bagi Kristus dalam angka. Tapi saya ingin setidaknya kita semua yang hadir melihat pentingnya kerinduan untuk menjangkau orang lain untuk setidaknya dikenalkan pada pribadi Yesus dan lakukan itu dengan konsisten, dengan tidak muluk-muluk, tapi dengan kasih akan jiwa-jiwa seperti ketika Yesus melihat orang-orang di Markus 6:34.

Saya ingin menutup dengan menggambar tiga lingkaran. Kalau tidak salah saya pertama kali melihat ini di khotbah Ps.Kong Hee dari Singapura. Lingkaran pertama adalah “komunitas Gereja”, lingkaran kedua adalah “komunitas dunia” dan lingkaran ketiga adalah “komunitas pengambil kebijakan”. Kita mungkin minimal menghabiskan waktu dua jam di lingkaran pertama. Berarti ada 22 jam yang kita habiskan di lingkaran lain. Mau sampai kapan kita berpangku tangan dan menyebut diri “saya bukan hamba Tuhan, saya jemaat biasa”? Setiap kita punya kesempatan, mulai dari satu atau dua orang per hari yang kita jangkau. Saya percaya di akhir hidup kita akan ada suara yang berkata:

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

Kemana Ku Cari Pertolongan?

Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1   Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...