Kamis, 10 Maret 2022

MENGALAMI_MUJIZAT_YESUS

#MENGALAMI_MUJIZAT_YESUS
(Yohanes 9:1-41)

PENDAHULUAN
Mujizat masih terjadi sampai sekarang ini, mengapa demikian ? (ay 3) Agar pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan (didemonstrasikan). (ay 35-38) agar kita percaya, melihat (mengalami) dan menyembah Yesus. Dari sejak jaman dulu ada beberapa pandangan tentang mujizat :
1. Ada pandangan yang tidak percaya mujizat sama sekali (skeptis)
2. Ada yang percaya mujizat itu terjadi hanya sampai yang ditulis Alkitab, dan itu tidak akan terjadi lagi.
3. Ada yang yang percaya bahwa mujizat sudah terjadi yang lalu dan terus terjadi sekarang dan yang akan dating.
Saya tetap percaya bahwa mujizat masih terjadi  (Ibr 13:8)

MODEL ORANG KRISTEN
Ada beberapa model orang kristen, misalnya :
1. Orang kristen Yahudi, Parisi, ahli torat, mengutamakan perbuatan baik, percaya Allah tetapi tidak mau percaya Yesus dan tidak percaya adanya mujizat
2. Orang kristen orang tua si buta, percaya Allah, percaya adanya mujizat tetapi tidak pernah mengalami
3. Orang kristen si buta, percaya Allah, percaya Yesus, percaya adanya mujizat dan mengalami.

ARTI MUJIZAT MENURUT ALKITAB
1. Mujizat artinya sebagai peristiwa luar biasa, dan bagi yang percaya merupakan tanda kuasa Allah yang menyelamatkan manusia. 
2. Mukjizat seringkali dipahami sebagai peristiwa atau kejadian yang ajaib atau luar biasa yang manusia tidak bisa melakukannya dan hanya Allah yang mampu melakukan semua itu. 
3. Mujizat adalah suatu aktivitas Allah yang kurang lazim (tidak umum) dimana Ia membangkitkan rasa terpesona dan ketakjuban manusia dan memberikan kesaksian tentang diriNya sendiri.
4. Mujizat berarti tindakan-tindakan adikodrati khusus dalam pemeliharaan Allah yang tidak dapat diterangkan dengan pola-pola alam yang biasa”
Mujizat terbesar adalah mujizat penyelamatan manusia sebagai orang berdosa menjadi anak-anak Allah.

ALASAN MUJIZAT YESUS BISA TERJADI 
1. Kristus menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan (Ibr 1:3) 
2. Bahwa segala sesuatu ada di dalam Dia (Kol 1:17)
3. Bahwa Tuhan di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya (Ef 1:11).

AGAR MENJADI KRISTEN ALAMI MUJIZAT    
1. Namanya tidak pernah disebut= yang penting nama Yesus terpuji, (2 Kor 5:17)
2. (ay 6-7) Rendah hati (mau menerima kenyataan hidupnya) dan taat terhadap Firman. 
3. (ay 11,15,24-25-27) Pengakuan yang jujur dan berani (punya kesaksian). Bandingkan dengan (ay 22).
4. (ay 30-33,35-38) Pengakuan iman yang luar biasa.
5. (ay 38) suka menyembah Tuhan

MARI KITA NYANYI LAGU LAMA
Kupercaya mujizat
Ku liat yang tlah bebas
Sungguh ajaib diubahkan dan ditebus Tuhan
Bunga bakung yang berkembang
Di tanah yang gersang
Kupercaya mujizat
Sbab percaya Allah
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanšŸ”„

Rabu, 09 Maret 2022

Hidup harus punya sasaran jelas

#HIDUP_HARUS_PUNYA_SASARAN_JELAS

(Fil 3:13-14) "...tetapi ini yg kulakukan aku melupakan apa yg telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah..."

Orang yang sukses adalah orang yang dapat menentukan sasaran, mengapa orang perlu mempunyai sasaran ?

1. PENGARAHAN-Orang memerlukan sasaran untuk mengarahkan kehidupannya, tidak mungkin seseorang untuk terus maju kearah tujuan tanpa punya tujuan tertentu.

2. KEMAJUAN-Sasaran penting untuk menjamin agar ada kemajuan, tanpa sasaran seperti kursi goyang, ada gerakan tetapi tidak ada kemajuan.

3. HASIL YANG DICAPAI-tujuannya agar ada satu hasil yang dapat dilaksanakan sampai selesai. Sebagai alat pengukur keberhasilan. 

“Menetapkan tujuan adalah langkah pertama dalam mengubah yang tak terlihat menjadi terlihat, dan apa yang membuat saya terus maju adalah tujuan”

MARI MYANYI LAGU LAMA
Siapkan kakimu menuju sasaran
Pahala tunggu kamu
Sampingkan keb'ratan dan tiap dosamu
Pandang tujuan sorga
Orang lain saksikan bila kau lari
Jangan bimbang dan ragu
Siapkan kakimu menuju sasaran
Pahala tunggu kamu
#METMALAMSAHABAT
Semangat penuh harapanšŸ”„

Selasa, 08 Maret 2022

TUHAN_TEMPAT_PERLINDUNGAN

#TUHAN_TEMPAT_PERLINDUNGAN

(Ulangan 33:27) “Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah”

1. ARTI TEMPAT PERLINDUNGAN
a. Tempat berlindung= menempatkan dirinya dibawah, dibalik, dibelakang.
b. Sesuatu supaya jangan kelihatan, penutup, pengaman.

2. MENGAPA MANUSIA PERLU PERLINDUNGAN ?
a. (Kej 2:18) manusia sangat butuh penolong, selain dirinya sendiri.
b. (Roma 3:23) manusia sudah berdosa, lemah, terbatas.
c. (Yak 4:13-14) Manusia seperti uap=gampang bergeser                
d. (1 Pet 5:8) Mangsa si iblis= hidupnya terancam, tersiksa, terjebak, jadi target iblis.

3. KEKUATAN PERLINDUNGAN ALLAH
(Ul 33:27) Allah yg kekal/ abadi/ stabil. LenganNYA kekal= kekuatan yg kokoh.

4. POSISI ORANG YG DILINDUNGI
a. (Ul 33:3) #duduk, duduk di kaki Tuhan, menyembah dan dengar Firman.
b. (Ul 33:27) #dibawah, rendah hati, menghormati otoritas
c. (Yes 46:4) #digendong, berserah sepenuhnya bagaikan seorang anak.

5. AGAR ALAMI PERLINDUNGAN TUHAN
a. Yang dilindungi lebih kecil (tersembunyi ) di dalam si pelindung.
b. Berada di mana si pelindung tinggal.
c. Hanya dapat lihat si pelindung; tidak melihat musuh, yg dilihat hanya si pelindung.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanšŸ”„

Minggu, 06 Maret 2022

Bagaimana caranya saya dapat meningkatkan ketajaman rohani saya?

settings icon
PERTANYAAN

Bagaimana caranya saya dapat meningkatkan ketajaman rohani saya?

JAWABAN


Ketajaman kita artikan sebagai “kemampuan untuk menangkap dan memahami hal yang tersembunyi; tindakan mempersepsikan sesuatu; kemampuan mengamati sesuatu yang tidak banyak ditangkap oleh pemikir rata-rata.” Makna ini juga harus akurat, sebagaimana diringkas melalui definisi “kemampuan mengamati kebenaran.” Ketajaman rohani adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dengan yang salah. Ialah salah satu bagian dari hikmat.

Perdebatan di seputar kebenaran rohani sering terjadi karena hal itu tersembunyi. Yesus, dalam berbicara kepada para murid-Nya tentang para Farisi, berkata, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak” (Matius 13:11). Setan telah membutakan pikiran orang tidak percaya (2 Korintus 4:4), sehingga Allah harus memberi penerangan kepada pikiran manusia guna memahami kebenaran. Adalah mustahil memperoleh hikmat tanpa Allah. Ia memberi ketajaman dan Ia juga dapat mencabutnya (Ayub 12:19-21).

Ada yang salah anggap bahwa ketajaman atau kepekaan rohani adalah kesadaran yang diberikan Allah untuk mendeteksi adanya roh baik atau jahat – kemampuan untuk mengetahui apakah ada roh jahat di dalam sebuah ruangan. Walaupun mungkin ada orang yang mampu mendeteksi semacam itu, itu bukanlah yang dimaksud Alkitab oleh ketajaman. Ketajaman rohani berhubungan dengan hikmat dan kemampuan membedakan kebenaran dari kesalahan.

Pengejawantahan hikmat ditemukan dalam Amsal 1 dan digambarkan sebagai seseorang yang dapat kita kenal (ayat 20-33). Alkitab menyatakan bahwa Yesus Kristus “oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita” (1 Korintus 1:30). Jadi, hikmat, atau ketajaman rohani, adalah sesuatu yang datang dari pengenalan Yesus Kristus. Cara dunia mendapatkan hikmat berbeda dengan cara Allah. Orang terpelajar duniawi mendapatkan pengetahuan dan menerapkan logika kepada pengetahuan itu demi mencapai solusi, mendirikan filsafat, dsb. Namun Allah tidak menyatakan Diri dengan cara itu. Satu Korintus 1:18-31 menyatakan bahwa “hikmat orang-orang berhikmat” akan Ia binasakan dengan memberikan hikmat kepada “yang bodoh” dan yang “lemah” melalui hubungan dengan Yesus Kristus. Dengan cara itu, “jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (ayat 29). Kita belajar menjadi tajam secara rohani dengan mengenal-Nya.

Tidaklah salah untuk memperoleh pengetahuan dan mendapatkan pendidikan, dan tentunya tidak salah menggunakan nalar dan logika dalam memecahkan masalah. Akan tetapi, ketajaman rohani datangnya bukan melalui cara itu. Yesus Kristus mewahyukannya kepada orang percaya, dan kemudian dikembangkan dan dilatih dalam kebenaran (Ibrani 5:14) dan doa (Filipi 1:9). Ibrani 5:11-13 menunjukkan cara ketajaman rohani dikembangkan. Penulisnya sedang berbicara kepada mereka yang telah menjadi “lamban dalam hal mendengarkan,” yang artinya telah kehilangan ketajaman rohaninya. Penulis Ibrani memberitahu mereka bahwa orang yang hidup hanya dengan mengkonsumsi “susu” (sebagai kontras terhadap “makanan keras” yang dikonsumsi orang dewasa) belum terampil menggunakan firman kebenaran; akan tetapi orang Kristen yang dewasa telah “terlatih membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Kuncinya, menurut perikop ini, adalah menjadi terampil menggunakan Firman Allah (yang olehnya kita mengartikan kebenaran) dan terlatih (yang kita peroleh melalui pengalaman).

Lantas, bagaimana cara mengembangkan ketajaman rohani? Pertama, dengan menyadari bahwa hanya Allah yang dapat memberi hikmat, kita harus berdoa untuk mendapatkannya (Yakobus 1:5; Filipi 1:9). Kemudian, mengetahui bahwa hikmat untuk membedakan kebaikan dan kejahatan harus dilatih, kita harus mempelajari kebenaran dari Alkitab, merenungkan Firman, dan menguatkan kebenaran.

Ketika bank mengangkat seorang karyawan, ia dilatih untuk mengenali uang palsu. Ada yang mengira bahwa cara terbaik untuk mengenali tiruan adalah mempelajari berbagai tiruan. Masalahnya ada banyak tiruan yang diciptakan setiap hari. Cara yang terbaik untuk mengenali tiruan adalah mengenali uang asli secara mendalam. Karena telah mendalami fitur uang yang asli, kasir bank tidak tertipu ketika melihat uang palsu. Pengetahuan akan yang asli membantu mereka mengenali yang palsu.

Inilah yang perlu dilakukan orang Kristen untuk mempertajam kearifan rohaninya. Kita harus sangat akrab dengan yang asli sehingga, ketika yang tiruan muncul, kita segera menyadarinya. Dengan mengenal dan menaati Firman Alah, kita akan “dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang jahat” (Ibrani 5:14, versi BIS). Kita akan mengenal karakter dan kehendak Allah. Inilah kunci dari ketajaman rohani – kemampuan membedakan suara dunia dari suara Allah, dan peka untuk membedakan “yang benar” dengan “yang salah. Ketajaman rohani menepis godaan dan membantu kita “[membenci] yang jahat, dan berpeganglah kepada apa yang baik” (Roma 12:9, versi BIS).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Bagaimana caranya saya dapat meningkatkan ketajaman rohani saya?
© Copyright Got Questions Ministries

Jumat, 04 Maret 2022

MELAWAN_KERAGUAN

#MELAWAN_KERAGUAN

(Roma 14:23)”Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”

PENDAHULUAN
Apakah saudara pernah meragukan Allah dan iman saudara ? Saya kira kadang-kadang kita semua berlaku demikian. Pernahkah saudara pikirkan darimana datangnya “keraguan” dan mengapa kita mengalaminya ?

1. ARTI KERAGUAN
Syak hati, sangsi, bingung, bimbang. Iblis selalu menggoda kita dengan tawaran/ pertanyaan yang mebuat ragu-ragu, misalnya: Hawa di taman Eden (Kej 3:1-6)
Sebab disaat kita “ragu-ragu” berarti pertahanan kita roboh.

2. KAPAN KERAGUAN MUNCUL ?
Ketika kita “salah mengerti” atau “tidak mengerti”,(Ef 5:15-17)sebab kita bisa:
a. Salah mengerti tentang apa yang dikatakan Allah
b. Salah mengerti apa yang telah dilakukanNya

3. CARA SETAN MELAWAN YESUS
( Luk 4:9-11)
a. Jika setan dapat menimbulkan keraguan yg paling kecilpun di dalam pikiran Yesus, dia dapat menghancurkan seluruh misi Yesus. Setan mencoba melakukan hal yg sama terhadap kita.
b. Kalau kita tidak siap dengan cara, siasat ini, kita akan menjadi korban. Kita harus mengantisipasi bahwa setan pasti akan melakukannya, dan siap menghadapinya. 

4. KERAGUAN MENIMBULKAN PENCOBAAN
Cara kerja setan: Kita dijadikan ragu-ragu, kemudian datanglah pencobaan. Dijadikan ragu akan apa yg dikatakan Tuhan, kemudian kita memberontak kepadaNya; Tanpa disadari hal ini kita sering melakukannya..

5. YANG HARUS DILAKUKAN
a. Mengakui bahwa kita sedang menghadapinya. Kalau kita berpura-pura tidak mengalaminya, maka akan mengundang masalah.
b. Lawanlah secepat mungkin, mengapa ? Supaya tidak menjadi keraguan yg lebih besar.
c. Datang kepada Yesus, yakini SabdaNya, (Yoh 11:21-27, 39-44)
Ini berarti iman kita harus : Bertumbuh, Harus melakukan/mempraktekkan iman kita, Harus lebih banyak berdoa, Harus mulai mencari YESUS setiap hari.

KESIMPULAN
Tidak masalah kalau kita memiliki keraguan, namun kita tidak boleh mengabaikannya. Orang kristen yg sehat adalah orang yang melawan keraguannya dengan cepat dan menyelesaikannya.
#METMALAMSAHABAT
Semangat penuh harapanšŸ”„

JANGAN TAKUT, BAPA MEMBERIKAN KERAJAAN BAGI KITA (Luk 12:32) “Janganlah

JANGAN TAKUT,  BAPA MEMBERIKAN  KERAJAAN BAGI KITA 

(Luk 12:32) “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu”

PENDAHULUAN
“Jangan takut hai kamu kawanan kecil...”, logikanya semua yg kecil cenderung takut, sebenarnya meskipun kecil jangan takut sebab kita punya Bapa yg berkerajaan, Bapa yang sangat besar kuasaNya  (1 Pet 2:9).

1. YANG DITAKUTI OLEH MANUSIA
a. (Ibr 11:40) Penderitaan akibat masa lalu-trauma.
b. (Luk 12:29-30) Penderitaan yg sekarang-sedang terjadi; Kebutuhan sehari-hari , dan Firus Corona yang mematikan.
c. (Yoh 3:16) Penderitaan yg akan datang-neraka. 
Dan penyebab ketakutan adalah dosa (Kej 3:10), dosa memproduksi ketakutan.

2. ALASAN TIDAK PERLU TAKUT
a. (1 Yoh 4:4) Yesus yg ada di dalam kita jauh lebih besar
b. (Maz 60:14) Dengan Allah kita lakukan perkara besar
c. (Yes 60:22) Akan terjadi perubahan bagi kita.

3. BAPA MEMBERIKAN KERAJAAN
a. (1 Kor 4:20) Kerajaan Allah=kuasa
b. (Wah 17:14) Kerajaan Yesus, Kerajaan yg berkemenangan.
Bapa memberikan kuasa yang dapat menjadikan kita berkemenangan dalam semua pergumulan hidup ini.
c. (Ibr 12:28) Kerajaan yg tak tergoncangkan.

PENUTUP
Kerajaan yg diberikan kpd kita adalah kuasa yg berkemenangan sehingga kita tidak perlu takut di dalam menghadapi apapun juga. Ingat lagu sekolah minggu:”Aku pahlawan kecil, Yesus panglimaku...”
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanšŸ”„

Kemana Ku Cari Pertolongan?

Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1   Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...