Kamis, 10 Februari 2022

Menyia-nyiakan kesempatan

Matius 9:37-38
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

❇️ Betapa banyak jiwa-jiwa yang perlu diTUAI, itu sebabnya kita perlu berdoa supaya BAPA mengirim penuai-penuai di Akhir Zaman ini Amin!
Ada yang menabur. Ada waktu menuai.

Galatia 6:7-9 (TB) 
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

MENABUR DULU BARU MENUAI
❇️ Perhatikan!
๐Ÿ‘‰ Apa yang kita tabur ?
๐Ÿ‘‰ Jangan asal tabur !
๐Ÿ‘‰ Di mana saudara menabur ?
Ayub 4:8,9 ~ Menabur kejahatan menuai kebinasaan
Hosea 10:13 ~ Menabur kefasikan menuai kecurangan
Amsal 22:8 ~ Menabur kecurangan menuai bencana

ADA YANG TIDAK MENUAI
❇️ Mengapa ? Karena :
Amsal 20:4 ~ Malas ! ~ Ada kesempatan membajak, menabur, Tidak Dipergunakan (karena musim dingin-musim menabur) Maka - Ia tidak menuai (tidak ada apapa).

Amsal 24:30-34 ~ Karena malas datang kemiskinan yang hebat dan kekurangan.

❇️ Orang malas belajar kepada semut ! 
๐Ÿ‘‰ Semut, tidak buang-buang waktu tetapi giat
๐Ÿ‘‰ Semut, bisa sehati dengan yang lain
Ciri Orang Yang Malas : Suka menyendiri, tidak suka bergabung atau bersekutu ! 

Galatia 6:9 (TB)
 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

❇️ Tidak menuai karena : Menjadi Lemah (rasa tidak mau berbuat apa-apa lagi)
Yeremia 12:5 - Jangan Lelah!
Matius 11:28,29  

Musim Menabur ~ Masa berlinang-linang air mata / masah susah

MUSIM MENUAI
Adalah Masa Bersorak sorai.
Mazmur 126 : 5 - 6
๐Ÿ‘‰ Yang menabur dan berjalan maju karena ada fokus pada Musim Menuai

Ibrani 12 : 2
๐Ÿ‘‰ Mengabaikan kehinaan
๐Ÿ‘‰ Tekun memikul salib
Karena ada SUKACITA yang disediakan oleh Bapa di sorga 
๐Ÿ‘‰ Yang jadi fokus bagi Yesus pada waktu itu bukan penderitaan yang Dia alami, tetapi pada sukacita yang disediakan
Yesaya 53:11
sesudah kesusahan jiwanya, setelah penderitaan, Dia akan ....

MUSIM MENUAI DATANG LEBIH CEPAT DARI APA YANG KITA SANGKA

Yohanes 4 : 35-36
Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

❇️ Waktu itu bulan ke tiga, tambah empat bulan lagi berarti bulan ke tujuh, tetapi Yesus berkat : Sekaranglah waktunya menuai

Matius 24:22 (TB)
Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

Ada Penyingkatan Waktu

hati hati ,ujian padang gurun akan terulang lagi

HATI-HATI, UJIAN PADANG GURUN AKAN TERULANG LAGI

(Bil 14:22) “Semua orang yang telah melihat kemuliaanKu dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di PADANG GURUN, namun telah SEPULUH KALI mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suaraKu.”

1. TANTANGAN DARI DUNIA
Ketika Israel meninggalkan Mesir, Firaun mengejar berusaha untuk menarik kembali.

2. AIR PAHIT DI MARA. 
Israel diperhadapkan dengan air pahit, pengalaman kekecewaan yang pahit.

3. LAPAR. 
Ujian dalm hal ekonomi/ keuangan.

4. HAUS
Pengalaman2 yang kering dan membosankan.

5. PENYEMBAHAN BERHALA
Apa saja yang menggantikan kebergantungan kita kepada Allah atau mendahului kasih kita kepada Allah.

6. MENGELUH
Suka ber-sungut-sungut

7. TIDAK BERSYUKUR
Dapat manna tidak bersyukur malah menuntut burung puyuh.

8. KERAKUSAN
Mereka melahap burung puyuh dengan rakusnya, penuh hawa nafsu.

9. KRITIK
Mereka terus-menerus mengecam pemimpin2 mereka.

10. KETIDAK-PERCAYAAN
Di Kadesy Barnea tepat di perbatasan tanah perjanjian, pengintai2 menulari seluruh Jemaah dengan ketakutan dan ketidakpercayaan.

PERENUNGAN UNTUK KITA
Hati-hati ! Ujian yang sama akan terjadi juga dalm perjalanan hidup kekristenan kita hari-hari ini. (Mat 24:13) “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” 
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan๐Ÿ”ฅ

Rabu, 09 Februari 2022

jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan

Jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan

Mazmur 144:15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN! 

Setiap orang dengan definisinya tentang kebahagiaan dan Tuhan pun tidak  melarang akan hal ini.

Lukas 11:27-28 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."

Manusia pada umumnya berpikir bahwa jika ia mempunyai pasangan, anak-anak, orang tua yang ideal maka ia akan berbahagia namun pada kenyataannya tidak menjamin.

Lukas 11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Nasihat Yesus ini adalah prinsip yang harus kita hidupkan sehingga kita tidak gagal faham. Mendengar dan memelihara Firman Tuhan adalah kunci utama menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan kita.

Yakobus 1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 

Manusia duniawi hanya bisa berkata tidak mungkin, mana mungkin dalam pencobaan bisa berbahagia tetapi prinsip ini telah teruji karena itu apapun faktanya percayalah didalam Yesus kita masih bisa menikmati kebahagiaan.

1 Petrus 4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 

Fakta bisa berbeda dengan harapan kita namun kita masih bisa berbahagia karna dalam hidup kita ada Roh Allah yang sanggup mengubah peristiwa buruk menjadi indah.

Tetap semangat. Jbu

belajar dari kebijaksanaan salomo

( 2 Tawarikh 1:11 ) “Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.”

PENDAHULUAN
Kita semua sangat membutuhkan kebijaksanaan dan kebijaksanaan adalah karunia Tuhan, kebijaksanaan dapat menolong manusia dalam mengatasi hidupnya selama di dunia dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sebab manusia punya hak bebas menggunakan kebijaksaan, kita harus berhati-hati agar jangan sampai menyalahgunakan kebijaksanaan.

ARTI KEBIJAKSAAN
Menurut kamus bhs Indonesia: Kebijaksanaan adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya).
Arti Kebijaksanaan menurut Alkitab adalah: Orang yang mampu melihat hidup ini dari sudut pandang Allah dan kemudian mengetahui tindakan terbaik untuk dilakukan.

PELAJARAN DARI “KEBIJAKSANAAN SALOMO”

  1. Salomo dengan kebijaksanaannya MENDAPATKAN kebijksanaan dari Tuhan (doa tidak minta yang lain, tetapi minta bijaksana, dan Tuhan kabulkan, sehingga Salomo jadi Raja luar biasa).
  2. Salomo dengan kebijaksanaannya MEMPERMAINKAN kebijaksanaan (menikah dengan banyak isteri dan orang kafir).
  3. Salomo dengan kebijaksanaannya MENGHANCURKAN kebijaksanaan ( baca semua pengakuannya di kitab Pengkhotbah “…..semua sia-sia…”

PENUTUP
(Amsal 1:7) Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Takut akan Tuhan harus menjadi dasar dan kontrol kebijaksanaan.
Minta dan miliki kebijaksanaan, tetapi berhati-hatilah dengan KEBIJAKSANAAN yang ada pada kita, jangan sampai kita menyalahgunakan kebijaksanaan.

METPAGISAHABAT

Semangat penuh harapan๐Ÿ”ฅ

Selasa, 08 Februari 2022

Doa merobohkan tembok

DOA MEROBOHKAN TEMBOK 
(Hakim-hakim 16:28-30)

PENDAHULUAN
Doa dapat mengubah segala sesuatu, yang tak mungkin menjadi mungkin, yang jauh dapat jadi dekat, yang berat jadi ringan, yang susah menjadi mudah.
Doa juga dapat merobohkan tembok/ benteng pertahanan setan dan segala kekuatannya, seperti doa Simson. Itulah kemenangan kita.
Sebelum bangsa Israel menguasai/ mendapatkan Kanaan, harus menghadapi benteng/ tembok Jerikho, demikianpun kita.
Kalau kita lolos dari benteng/ tembok Jerikho berarti kita dapat Kanaan= keberkatan= sukses

ARTI DOA
Doa adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang di dalamnya ada pujian, penyembahan, harapan, dan permintaan.

Doa adalah suatu relasi antara manusia dengan Allah yang di dalamnya roh manusia berkomunikasi, memohon, meminta, memuji dan mengakui keberadaan Allah yang tak terbatas.

Menurut Bounds: “Doa adalah kekuatan mengagumkan yang ditempatkan oleh Tuhan yang Mahabesar di tangan orang-orang kudus-Nya, yang digunakan untuk mencapai tujuan besar dan meraih hasil-hasil yang tak biasa. Doa menjangkau segalanya, menyentuh semua hal besar dan kecil yang Tuhan janjikan bagi anak manusia. 
(Ay 28) “Berseru” dalam bhs Ibrani -qara’- artinya memanggil 
dengan suara jelas, atau menangis, memanggil dengan cara yang benar dan menyebut nama yang benar.

TEMBOK-TEMBOK IBLIS
(2 Kor 10:5-6) 
a. Keangkuhan/ kesombongan hidup kita.
b. Pola pikir, cara berpikir, lebih percaya kepada pikiran sendiri, kepikiran manusia sangat terbatas
c. Pendurhakaan, menolak, membangkang, melawan Allah, tidak mau taat
(Matius 12:29) 

SIMSON AKHIR ZAMAN
a. Arti nama Simson adalah:”sedang mendengar” Pendoa yg dapat merobohkan tembok adalah pendoa yg suka mendengar dan dengar-dengaran akan Firman Allah.(Matius 7:24) 
b. (Hakim-hakim 13:25;14:19; 15:14) Dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus.
c. Hakim-hakim 13:1-5 Simson adalah anak “janji Allah” sebab sebenarnya  isteri Manoah mandul. Kita harus belajar hidup berpegang pada janji-janji Allah= imani Firman Allah.

PENUTUP
Mulailah sekarang merobohkan tembok-tembok yang ada di dalam diri kita lewat doa, agar kita terus diberkati Tuhan.
#METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan๐Ÿ”ฅ

Jumat, 04 Februari 2022

Jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan

Jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan

Mazmur 144:15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN! 

Setiap orang dengan definisinya tentang kebahagiaan dan Tuhan pun tidak  melarang akan hal ini.

Lukas 11:27-28 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."

Manusia pada umumnya berpikir bahwa jika ia mempunyai pasangan, anak-anak, orang tua yang ideal maka ia akan berbahagia namun pada kenyataannya tidak menjamin.

Lukas 11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Nasihat Yesus ini adalah prinsip yang harus kita hidupkan sehingga kita tidak gagal faham. Mendengar dan memelihara Firman Tuhan adalah kunci utama menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan kita.

Yakobus 1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 

Manusia duniawi hanya bisa berkata tidak mungkin, mana mungkin dalam pencobaan bisa berbahagia tetapi prinsip ini telah teruji karena itu apapun faktanya percayalah didalam Yesus kita masih bisa menikmati kebahagiaan.

1 Petrus 4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 

Fakta bisa berbeda dengan harapan kita namun kita masih bisa berbahagia karna dalam hidup kita ada Roh Allah yang sanggup mengubah peristiwa buruk menjadi indah.

Tetap semangat. Jbu

Kamis, 03 Februari 2022

TETAP TEGUH DAN TETAP BERKOMITMEN!

TETAP TEGUH DAN TETAP BERKOMITMEN!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 Agustus 2011 -

Baca:  1 Korintus 15:35-58

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  1 Korintus 15:58

Saat diutus ke dalam dunia, Yesus dengan penuh komitmen melakukan kehendak Bapa.  Yesus bukan sekedar menjalankan perintah Bapa, tetapi juga didasari oleh visi yang telah diterimaNya:  "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk meberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  (Matius 20:28).

     Yesus mengerjakan visi ini dengan ketaatan penuh dan tak tergoyahkan meskipun harus menghadapi resiko yang besar.  Alkitab mencatat:  "...Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."  (Filipi 2:5-8).  Oleh karena itu Paulus memberi nasihat agar setiap orang percaya meneladani Tuhan Yesus yang taat sampai mati di kayu salib!  Dalam keadaan apa pun hendaknya kita tetap teguh, tidak goyah dan semakin giat dalam melayani Tuhan.  Kata teguh dalam bahasa aslinya berarti setia.  Dalam kesetiaan terkandung komitmen yang tinggi.  Ingat!  Perjalanan kekristenan itu tidak mudah, ada banyak ujian dan tantangan, namun Tuhan berjanji akan memberikan kekuatan kepada kita, seperti yang disampaikan oleh Rasul Paulus,  "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."  (Filipi 4:13).  Jika kita mengandalkan kekuatan sendiri, kita tidak akan mampu dan pasti akan gagal.

     Akhir-akhir ini tidak sedikit orang Kristen yang mulai goyah imannya dan tidak lagi giat melayani Tuhan:  ibadah kendor, berdoa kendor, pelayanan kendor dan sebagainya karena masalah atau penderitaan yang dialaminya.  Namun justru ketika berada dalam ujian seharusnya kita makin melekat kepada Tuhan Yesus sebagai pokok anggur, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa  (baca Yohanes 15:5b).  Mari kita koreksi kehidupan kita, apakah kita sudah melenceng dari kehendak Tuhan?  Mari kita perbarui komitmen kita.

Bila kita teguh dalam melakukan kehendak Tuhan, Dia akan mempercayakan perkara-perkara besar kepada kita, meskipun itu harus dimulai dari perkara kecil dahulu.

Kemana Ku Cari Pertolongan?

Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1   Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...