Kamis, 10 Februari 2022
hati hati ,ujian padang gurun akan terulang lagi
Rabu, 09 Februari 2022
jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan
Jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan
belajar dari kebijaksanaan salomo
( 2 Tawarikh 1:11 ) “Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.”
PENDAHULUAN
Kita semua sangat membutuhkan kebijaksanaan dan kebijaksanaan adalah karunia Tuhan, kebijaksanaan dapat menolong manusia dalam mengatasi hidupnya selama di dunia dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sebab manusia punya hak bebas menggunakan kebijaksaan, kita harus berhati-hati agar jangan sampai menyalahgunakan kebijaksanaan.
ARTI KEBIJAKSAAN
Menurut kamus bhs Indonesia: Kebijaksanaan adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya).
Arti Kebijaksanaan menurut Alkitab adalah: Orang yang mampu melihat hidup ini dari sudut pandang Allah dan kemudian mengetahui tindakan terbaik untuk dilakukan.
PELAJARAN DARI “KEBIJAKSANAAN SALOMO”
- Salomo dengan kebijaksanaannya MENDAPATKAN kebijksanaan dari Tuhan (doa tidak minta yang lain, tetapi minta bijaksana, dan Tuhan kabulkan, sehingga Salomo jadi Raja luar biasa).
- Salomo dengan kebijaksanaannya MEMPERMAINKAN kebijaksanaan (menikah dengan banyak isteri dan orang kafir).
- Salomo dengan kebijaksanaannya MENGHANCURKAN kebijaksanaan ( baca semua pengakuannya di kitab Pengkhotbah “…..semua sia-sia…”
PENUTUP
(Amsal 1:7) Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Takut akan Tuhan harus menjadi dasar dan kontrol kebijaksanaan.
Minta dan miliki kebijaksanaan, tetapi berhati-hatilah dengan KEBIJAKSANAAN yang ada pada kita, jangan sampai kita menyalahgunakan kebijaksanaan.
METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapanš„
Selasa, 08 Februari 2022
Doa merobohkan tembok
Jumat, 04 Februari 2022
Jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan
Jangan biarkan fakta buruk merenggut kebahagiaan
Kamis, 03 Februari 2022
TETAP TEGUH DAN TETAP BERKOMITMEN!
TETAP TEGUH DAN TETAP BERKOMITMEN!
Baca: 1 Korintus 15:35-58
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." 1 Korintus 15:58
Saat diutus ke dalam dunia, Yesus dengan penuh komitmen melakukan kehendak Bapa. Yesus bukan sekedar menjalankan perintah Bapa, tetapi juga didasari oleh visi yang telah diterimaNya: "...Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk meberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28).
Yesus mengerjakan visi ini dengan ketaatan penuh dan tak tergoyahkan meskipun harus menghadapi resiko yang besar. Alkitab mencatat: "...Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:5-8). Oleh karena itu Paulus memberi nasihat agar setiap orang percaya meneladani Tuhan Yesus yang taat sampai mati di kayu salib! Dalam keadaan apa pun hendaknya kita tetap teguh, tidak goyah dan semakin giat dalam melayani Tuhan. Kata teguh dalam bahasa aslinya berarti setia. Dalam kesetiaan terkandung komitmen yang tinggi. Ingat! Perjalanan kekristenan itu tidak mudah, ada banyak ujian dan tantangan, namun Tuhan berjanji akan memberikan kekuatan kepada kita, seperti yang disampaikan oleh Rasul Paulus, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13). Jika kita mengandalkan kekuatan sendiri, kita tidak akan mampu dan pasti akan gagal.
Akhir-akhir ini tidak sedikit orang Kristen yang mulai goyah imannya dan tidak lagi giat melayani Tuhan: ibadah kendor, berdoa kendor, pelayanan kendor dan sebagainya karena masalah atau penderitaan yang dialaminya. Namun justru ketika berada dalam ujian seharusnya kita makin melekat kepada Tuhan Yesus sebagai pokok anggur, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa (baca Yohanes 15:5b). Mari kita koreksi kehidupan kita, apakah kita sudah melenceng dari kehendak Tuhan? Mari kita perbarui komitmen kita.
Bila kita teguh dalam melakukan kehendak Tuhan, Dia akan mempercayakan perkara-perkara besar kepada kita, meskipun itu harus dimulai dari perkara kecil dahulu.
Mereka tidak peduli
Mereka tidak peduli
Kemana Ku Cari Pertolongan?
Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...
-
#STRATEGI_PENCOBAAN_IBLIS_KEPADA_HAMBA_TUHAN (Luk 6:40) “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pe...
-
K R I T I K M E M B A N G UN (Roma 8:28) “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan ...
-
orang sukses pasti pernah berjalan melewati kegelapan Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, se...
