Minggu, 31 Oktober 2021

Janji Tuhan itu pasti

Yosua 21:45 Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. 

Setiap orang percaya diberikan janji Tuhan dan janji Tuhan pasti terjadi dalam hidup kita.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan

Sebesar apapun pergumulan kita dihari ini, seburuk apapun keadaan kita yang pastinya adalah IA berjanji berikan hari depan yang penuh harapan bagi kita.

Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Bisa saja kita sedang gelisah, takut hari ini karena kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi tapi yang jelas adalah IA berjanji memenuhi keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya.

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Sepenat apapun keadaan kita jangan pernah putus asa sebab IA yang berjanji akan berikan kelegaan bagi kita.

Yesaya 40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Bisa saja kita merasa tidak punya daya lagi karena terlalu banyak yang harus kita tanggung tapi yang jelasnya IA berjanji berikan kita kekuatan sehingga kita dapat menanggungnya.

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

Jalani setiap proses dan ujian dengan kemantapan hati bahwa kita dapat menanggung semuanya karena IA yang berikan kekuatan pada kita.

Tetap semangat. Jbu

Minggu, 24 Oktober 2021

1 pet 2:16

1Petrus 2:16

Salam jumpa untuk semua hamba Allah yang ada di tempat ini.

Seseorang yang disebut “hamba” mengabdi kepada tuannya, apapun konsekuensi yang harus diterima. Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru kata “hamba” juga punya konotasi sebagai seorang pelayan. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan meneliti kata-kata dalam bahasa aslinya. Tetapi mengenai kata ini saya akan sertakan tautan dari karya tulis dan artikel berikut ini (“Kepemimpinan Hamba” – Rachel Iwamorry, Ph.D., dan “Aku ini adalah Hamba Tuhan” – Herlise Yetty Sagala, D.Th., D.Min.). Sehingga dalam bahasan kali ini saya akan samakan antara seorang hamba dan seorang pelayan. Ini saya tegaskan di awal supaya yang mendengarkan mengerti mengapa saya tidak berusaha membahas dari sisi bahasa asli.

Bapak/ibu/saudara/saudari, konsep melayani telah menjadi standar teratas yang diharapkan oleh banyak orang dalam banyak aspek. Saat berbicara mengenai perdagangan, penyediaan jasa, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Bagi orang percaya yang sering disebut “christianos” (Kisah Para Rasul 11:26), konsep melayani adalah sesuatu yang tidak terpisahkan. Karena Yesus menegaskan maksud dan tujuan kedatanganNYA ke dunia adalah untuk melayani. Matius 20:28.

Rasul Petrus berusaha mengingatkan orang-orang percaya untuk menjalankan kemerdekaan di dalam Kristus bukan untuk berbuat kejahatan, tetapi untuk hidup sebagai hamba Allah. 1Petrus 2:16. Seorang hamba Allah atau pelayan Tuhan, tidak dibatasi oleh status yang diberikan suatu organisasi Gereja. Maksudnya mulai dari Gembala Jemaat, staf Gereja, pengurus Gereja, pelayan, dan aktivis. Bahkan seluruh jemaat yang sudah dimerdekakan oleh Kristus (Galatia 5:1), diminta oleh Rasul Petrus hidup sebagai hamba Allah.

Jika seseorang yang disebut hamba Allah atau pelayan Tuhan hanya dibatasi dengan definisi yaitu mereka yang melayani di Gereja. Maka kita akan terus akan kekurangan pekerja di ladang tuaian ilahi yaitu jiwa-jiwa. Saya akan coba gambarkan ekspektasi banyak orang percaya mengenai konsep “hamba Tuhan”. Jika seorang hamba Tuhan bekerja dalam Gereja dengan luar biasa, mereka seharusnya bisa menjangkau 1,000 orang setiap hari. Sedangkan seorang “jemaat” yang diperlukan adalah datang ke Gereja dan tidak perlu menjangkau siapapun, karena sudah ada hamba Tuhan yang melakukan penjangkauan.

Pemikiran ini salah! Seseorang mungkin nampaknya luar biasa dalam penjangkauan, tetapi itu tidak dapat mengalahkan keterlibatan orang lain yang secara konsisten menjadikan orang lain penjangkau jiwa sama seperti dirinya. Sebut saja “A” adalah pelayan Tuhan di Gereja yang mampu menjangkau 1,000 orang per hari, pada tahun ke-4 jika ia konsisten maka A menjangkau 1,460,000 orang. Namun ada juga “B” yang tidak disebut hamba Tuhan atau pelayan Tuhan di Gereja. Ia menjangkau hanya 2 orang dalam setahun, tetapi ia selalu memastikan bahwa 2 orang yang dijangkaunya kemudian akan menjangkau masing-masing 2 orang lain. Maka pada tahun ke-4 jika ia konsisten, ia akan menjangkau 80 orang.

Secara statistik tentu saja akan lebih fenomenal angka yang dicatatkan A dibandingkan B. Namun mari kita lihat angka A di tahun ke-8 (2,920,000 orang) dibandingkan dengan B (6,560 orang). Tunggu sebentar di sini, kalau kita asumsikan mereka konsisten (A menjangkau 1,000 orang per hari dan B menjangkau 2 orang per hari) kita akan tercengang melihat hasil dari tahun ke-16. Pada tahun ke-16 A yang sibuk menjangkau tetapi karena sibuknya menjangkau 1,000 orang per hari ia tidak sempat meminta dan mengajari 1,000 orang itu untuk menjangkau lagi dan puas hanya dengan melihat mereka duduk manis di Gereja. Sedangkan B terus memastikan 2 orang yang dijangkaunya kembali menjangkau 2 orang lain. Angka yang dihasilkan penjangkauan A di tahun ke-16 adalah 5,840,000 orang, sedangkan B di tahun ke-16 menjangkau 43,046,720 orang! Tujuh kali lipat hasil penjangkauannya.

Tentu saja saya tidak ingin kita terjebak melihat jiwa-jiwa bagi Kristus dalam angka. Tapi saya ingin setidaknya kita semua yang hadir melihat pentingnya kerinduan untuk menjangkau orang lain untuk setidaknya dikenalkan pada pribadi Yesus dan lakukan itu dengan konsisten, dengan tidak muluk-muluk, tapi dengan kasih akan jiwa-jiwa seperti ketika Yesus melihat orang-orang di Markus 6:34.

Saya ingin menutup dengan menggambar tiga lingkaran. Kalau tidak salah saya pertama kali melihat ini di khotbah Ps.Kong Hee dari Singapura. Lingkaran pertama adalah “komunitas Gereja”, lingkaran kedua adalah “komunitas dunia” dan lingkaran ketiga adalah “komunitas pengambil kebijakan”. Kita mungkin minimal menghabiskan waktu dua jam di lingkaran pertama. Berarti ada 22 jam yang kita habiskan di lingkaran lain. Mau sampai kapan kita berpangku tangan dan menyebut diri “saya bukan hamba Tuhan, saya jemaat biasa”? Setiap kita punya kesempatan, mulai dari satu atau dua orang per hari yang kita jangkau. Saya percaya di akhir hidup kita akan ada suara yang berkata:

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

Senin, 11 Oktober 2021

ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan.

Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.

Tahukah kita?, dimasa pandemi saat ini sudah berapa banyak orang yang bingung dan ketakutan?, padahal dimasa lock down atau PPKM atau apapun namanya Tuhan sedang mendidik dan mengajar kita untuk hidup sepenuhnya mengandalkan Tuhan, namun seringkali kita enggan, dan malahan ikutan panik seperti orang dunia yang tidak memiliki Tuhan.

Yesaya 30:16 kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. 

Bukannya bertobat, malahan berusaha mengandalkan kekuatan sendiri,  putar otak, olah kemampuan dan kekuatan, namun tetap saja kalah dan gagal.

Yesaya 30:17 Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit. 

Sampai akhirnya panik dan kehilangan arah dan tujuan, tidak tahu lagi mau ngapain, patah semangat, bagaikan tonggak diatas gunung yang ditonton banyak orang seolah olah Tuhan tidak sanggup menolong dan menyelamatkan.

1 Petrus 3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Sikap dan perbuatan yang menghancurkan diri sendiri, manusia lebih memilih untuk tidak taat dan dengar dengaran akan Tuhan, bahkan berani mencaci maki Tuhan karena memberontak.

Imamat 26:27-28 Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, dan hidupmu tetap bertentangan dengan Daku, maka Aku pun akan bertindak keras melawan kamu dan Aku sendiri akan menghajar kamu tujuh kali lipat karena dosamu,

Ya Tuhan!, sungguh besar dosaku dan umatMu, ampunilah kami ya Tuhan, berilah kami hati yang tulus dan bersih, jadikan kami manusia yang rendah hati, yang senantiasa mendengarkan segala perintah perintahMu.

Imamat 26:30 Dan bukit-bukit pengorbananmu akan Kupunahkan, dan segala pedupaanmu akan Kulenyapkan. Aku akan melemparkan bangkai-bangkaimu ke atas bangkai-bangkai berhalamu dan hati-Ku akan muak melihat kamu.

Ampuni kami ya Tuhan, jika selama ini kami membangun mezbah dengan cara yang keliru, kami berlomba lomba membesarkan nama kami dan bukan Tuhan.

Imamat 26:31 Kota-kotamu akan Kubuat menjadi reruntuhan dan tempat-tempat kudusmu akan Kurusakkan dan Aku tidak mau lagi menghirup bau persembahanmu yang menyenangkan.

Ya Tuhan, ampuni kami!, jika selama ini kami keliru membawa korban persembahan kepadaMu, ajar kami ya Tuhan cara yang benar untuk menyenangkan hatiMu, kami akan mempersembahkan korban yang benar bagiMu.

Mazmur 51:17 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. 

Terimalah pertobatan kami ya Tuhan, saat ini kami datang kepadaMu dengan hancur hati, kami memang salah, kami sudah berdosa kepadaMu, ampuni kami ya BAPA........ 

Tetap semangat. Jbu

 

Jumat, 08 Oktober 2021

 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Filipi 4: 8

Hari ini ada kabar bahwa sebuah perusahaan raksasa yang berkecimpung dalam pelayanan TV berbayar di Australia telah meluncurkan penyelidikan ke salah satu salurannya yang dituduh menyiarkan disinformasi COVID-19. Saluran ini menyiarkan teori anti-vaksinasi dan konspirasi COVID-19 dan karena itu konten penyajian saluran ini sekarang dipelajari setelah adanya keluhan dari pemirsa.

Siapakah yang memiliki saluran TV ini? Anda mungkin tidak menyangka bahwa saluran ini dikelola oleh pasangan TV evangelis Amerika dan ada di Australia sejak tahun 2015 dan kini memiliki sekitar 1,7 juta pelanggan. Sejak pandemi dimulai, saluran ini telah menjadi tuan rumah wawancara dengan para dokter yang kontroversial dan para pendukung anti-vaksinasi. Beberapa tamu telah mempromosikan teori konspirasi vaksin dan cara perawatan yang belum terbukti untuk COVID-19.

Bagi kebanyakan orang yang memahami dasar-dasar ilmu kesehatan, siaran TV bernada sumbang ini bukanlah sesuatu yang menimbulkan masalah, walaupun bisa menimbulkan rasa jengkel. Walaupun demikian, ada banyak orang yang mudah terpengaruh dan yang meneruskannya ke orang lain. Siaran TV semacam itu jelas mengeksploitir mereka yang selama ini kurang bisa mendapat informasi yang benar dan yang percaya bahwa semua orang Kristen tentunya bermaksud baik. Mereka tidak bisa membedakan fakta (fact) dari apa yang palsu (fake).

Sebenarnya, ada banyak berita palsu yang beredar di berbagai media. Melalui Whatsapp (WA) misalnya, kabar bohong sering muncul, terutama di antara anggota chat group. Begitu mudahnya bagi seseorang untuk mem- forward - kan pesan dari seseorang kepada banyak orang melalui WA, sehingga membuat banyak orang dengan sengaja menulis dan meneruskan omong kosong, surat berantai dan hoax. Siapa tahu kalau apa yang dikirimkan bisa berguna, begitu dalih mereka. Mungkin mereka tidak sadar bahwa iblis, yang melakukan hal yang serupa kepada Adam dan Hawa di taman Firdaus, tentunya sangat menyukai kecanggihan teknologi zaman sekarang yang membawa kemudahan untuk meyebarkan tipu muslihatnya agar menimbulkan kekacauan di dunia.

Bahwa iblis adalah biang kekacauan dan penipu yang unggul sudah ditulis dalam Alkitab.

"Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat terang." 2 Korintus 11: 14

Apa yang ditawarkan dan diperlihatkan dalam sosial media pada zaman sekarang ini seringkali adalah usaha iblis untuk memperlemah iman orang percaya, dan untuk mengalihkan perhatian kita dari apa yang benar. Lebih dari itu, kerusuhan dan kekacauan bisa muncul sebagai tindakan anarki yang mengoyahkan pemerintah setempat. Dalam hal ini, Paulus pernah menulis kepada jemaat di Korintus:

"Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya." 1 Korintus 11: 3

Hari ini, ayat pembukaan diatas mencoba mengingatkan kita untuk bisa lebih berhati-hati dalam mengirimkan dan meneruskan berita-berita yang kosong, konyol, palsu, menakutkan dan menyesatkan. Kita harus memusatkan pikiran kita pada semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Dengan demikian, hidup kita dan hidup orang di sekitar kita akan terhindar dari kebingungan dan kekacauan.

"Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." Filipi 4: 9

Selasa, 05 Oktober 2021

 

CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS

CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS
15736674955_0cf514fb1d_b
Banyak orang masih berjuang menemukan identitas mereka karena tak yakin siapa diri mereka sebenarnya.Mereka mencari identitas dalam apa yang mereka kenakan, posisi dalam pekerjaan,koneksi bisnis, kenalan selebritis,strata pendidikan, kepemilikan harta… daftarnya masih panjang. Tapi tak melihat ke ‘dalam’, dimana diri mereka yang sesungguhnya berada.
Sekarang saya tanya, apakah Anda tahu siapa diri Anda? Bagaimana perasaan Anda terhadap diri Anda? Apakah Anda suka membandingkan diri dengan orang lain, sering merasa ‘kecil’ atau terancam saat bertemu orang yang bisa melakukan apa yang Anda tak mampu lakukan, atau memiliki hal-hal yang tak Anda miliki?
Sahabat, Allah mengasihi Anda. Dan Dia ingin Anda tahu dan belajar menjadi siapa Anda sebenarnya di dalam Kristus. Saat Anda tahu siapa Anda sebenarnya dalam Kristus, Anda akan berjalan dengan yakin dan percaya diri sebagai anak Allah dalam kehidupan ini.
Manusia melihat hanya sejauh mata manusiawinya bisa melihat. Sedang Allah melihat dan berurusan dengan Anda berdasarkan siapa Anda di level roh. Ini yang membuat selalu ada ketidaksesuaian antara pandangan Allah tentang manusia dengan pandangan manusia tentang dirinya sendiri.
Saat Anda percaya dan diselamatkan, saat Anda mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat Anda (Roma 10:9), sesuatu terjadi pada roh Anda. Roh Anda yang tadinya mati menjadi hidup, dan Roh Kudus menjadi saksi bahwa Anda menjadi orang benar Allah dalam Kristus Yesus. Kini Anda ‘tersembunyi’ di dalam Kristus dan Allah melihat Anda sebagaimana Ia melihat Yesus (Kolose 3:3).
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah CIPTAAN BARU : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
~2 Korintus 5:17
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
~Galatia 2:20
Hidup dalam iman adalah memercayai bahwa Anda tetaplah orang benar Allah, sekalipun Anda menuruti daging (hidup menurut apa yang Anda lihat, Anda rasa, Anda dengar); sekalipun Anda masih gagal dan gagal lagi. Anda mungkin berkali-kali gagal dan jatuh KE dalam dosa, tapi Anda bukan lagi hidup DI dalam dosa. Dan kegagalan itu tidak akan mengubah tujuan akhir Anda. Karena Anda yang sebenarnya adalah siapa Anda dalam roh, yaitu manusia rohani Anda. Tubuh Anda akan ‘mati’ suatu hari nanti, tapi roh Anda tetap hidup selamanya dan identitas dalam jiwa Anda akan mengikuti manusia roh Anda.
Dan berapa lamakah ‘selamanya’ itu? Selamanya ya selama-lamanya. Tak ada akhirnya. Itu berada di luar waktu dan ruang, itu adalah alam (realm) dimana Allah berada.
Pikiran -yang merupakan bagian dari jiwa Anda- setiap hari dan terus menerus melalui pendengaran akan Firman Kristus, ditransformasi atau mengalami pertobatan yang kontinu (repentance, Yunani: metanoia = berubah cara berpikir). Berubah dari cara pikir yang salah tentang Allah, berubah dari hati yang keras terhadap Allah; kepada pola pikir menemukan nilai Anda dalam pengenalan akan Allah secara intim sebagai Bapa Anda, pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Juruselamat Anda, dan hidup dalam hubungan yang akrab dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus; serta merasa aman dalam kasih-Nya. Inilah pertobatan sejati.
Yudas Iskariot tak pernah bertobat. Ia hanya menyesal. Beberapa versi Alkitab secara tepat menerjemahkan dan memakai kata ‘menyesal’ (remorse) sedang beberapa yang lain menggunakan kata ‘bertobat’ (repented). Hasil penyesalan adalah penghukuman diri. Tindakan Yudas membunuh dirinya sendiri adalah puncak dari hal tersebut.
Simon Petrus melakukan tindakan yang sama: mengkhianati Yesus, disertai mengutuk dan bersumpah; tapi Petrus tetap di sana sampai kematian dan kebangkitan Yesus. Jauh di dalam hatinya, Petrus pasti merasakan cinta dan kasih karunia Yesus yang sempurna, yang dia tahu lebih besar dari segala kesalahan dan kegagalannya. Seandainya Yudas menunggu sedikit lebih lama dan percaya pada Yesus, dia mungkin bisa selamat.
Dengan membaca Firman-Nya, Anda akan menemukan lebih banyak lagi tentang warisan Anda sebagai anak Allah. Allah punya banyak hal yang ingin diberikan pada Anda: janji-janji-Nya dan kasih karunia-Nya. Dan Anda bisa memilikinya HANYA dengan percaya dan memperkatakannya, karena warisan itu sudah tersedia di alam roh (spiritual realm) yang merupakan alam yang lebih tinggi dari alam fisik (physical realm).
Allah adalah Roh dan Ia menciptakan alam roh dari ketiadaan, hanya dengan berfirman. Seperti saat Ia berfirman, “Jadilah terang” (Kejadian 1:3) dan terang pun jadi. Saat Yesus menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, dan memberi makan orang banyak, Ia tidak melihat keterbatasan di alam fisik. Ia melihat ke surga dan memandang kebenaran di alam roh, memandang kepada Bapa yang adalah Allah Penyedia segalanya. Karena alam roh menentukan alam fisik.
Filipi 3:3 menurut versi Amplified Bible mengatakan bahwa kita orang percaya adalah orang-orang “yang menyembah Allah yang adalah Roh dan oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya atau tergantung pada hal-hal lahiriah/daging dan keuntungan fisik dan penampilan luar.”
Alkitab penuh dengan ayat-ayat yang menggambarkan siapa Anda sebenarnya – Anda yang sesungguhnya. Ayat-ayat di bawah ini hanyalah sebagian dari apa yang Allah katakan tentang Anda. Silakan Anda renungkan baik-baik hingga ayat-ayat ini berakar di hati Anda.
Aku adalah CIPTAAN BARU dalam Kristus (2 Korintus 5:17)
Aku adalah kebenaran Allah dalam Kristus Yesus (2 Korintus 5:21)
Aku lahir dari Allah dan si jahat tidak dapat menjamah aku (1 Yohanes 5:18)
Aku kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Efesus 1:4; 1 Petrus 1:16)
Aku menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran dan berkuasa sebagai raja dalam hidup ini karena Yesus Kristus (Roma 5:17)
Aku hidup bersama-sama dengan Kristus (Efesus 2:5)
Aku telah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut dalam Kristus (Roma 8:2)
Aku memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:16; Filipi 2:5)
Aku memiliki damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal (Filipi 4:7)
Aku memiliki Dia yang Lebih Besar di dalam diriku, Dia yang ada di dalamku lebih besar dari roh yang ada di dunia ini (1 Yohanes 4:4)
Aku tidak berkekurangan karena Allahku memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan-Nya yang mulia dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)
Aku sanggup menanggung segala perkara di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku (Filipi 4:13)
Aku anak Allah karena aku telah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana Firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 1:23)
Aku hidup bagi Allah dan terpelihara sempurna dengan tidak bercacat (Roma 6:11; 1 Tesalonika 5:23)
Aku adalah ahli waris bersama-sama dengan Kristus, yang berhak menerima janji-janji Allah (Roma 8:17)
Aku lebih dari pada orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihiku (Roma 8:37)
Aku telah menerima kuasa Roh Kudus untuk menginjak musuh dan menahan kuasanya, mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, meletakkan tangan atas orang sakit dan orang sakit itu sembuh dan tidak ada yang akan membahayakan aku (Markus 16:17-18; Lukas 10:17-19)
Aku telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khalik-ku (Kolose 3:9-10)
Aku mengambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Petrus 1:3-4)
Aku adalah utusan [dutabesar = ambassador] Kristus (2 Korintus 5:20)
Aku adalah bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah (1 Petrus 2:9)
Aku adalah bait Roh Kudus dan bukan lagi milikku sendiri (1 Korintus 6:19)
Aku diangkat jadi kepala bukan ekor, aku tetap naik [berada di atas] dan tidak turun [berada di bawah] (Ulangan 28:13)
Aku adalah terang dunia (Matius 5:14)
Aku adalah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, yang mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Roma 8:33; Kolose 3:12)
Aku telah ditebus dan dosaku telah diampuni oleh darah-Nya, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Efesus 1:7)
Aku telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan ke dalam Kerajaan Anak-Nya (Kolose 1:13)
Aku telah ditebus Kristus dari kutuk dosa, sakit penyakit dan kemiskinan (Ulangan 28:15-68; Galatia 3:13)
Aku dipanggil dengan panggilan kudus untuk memuji Allah dan memperdengarkan puji-pujian bagi-Nya (Mazmur 66:8; 2 Timotius 1:9)
Aku telah dibangkitkan dan didudukkan bersama-sama dengan Dia di sorga (Efesus 2:6; Kolose 2:12)
Aku amat dikasihi oleh Allah (Roma 1:7; Efesus 2:4; Kolose 3:12; 1 Tesalonika 1:4)
Aku telah dibangkitkan dan didudukkan bersama-sama dengan Dia di sorga (Efesus 2:6; Kolose 2:12)
Aku hidup tapi tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalamku (Galatia 2:20)
Semua berkat ini adalah milik Anda. Hanya dengan PERCAYA. Semua gratis, semua cuma-cuma. Tapi bukan berarti itu murahan dan tidak berharga. Allah membayar amat mahal supaya Anda bisa menerima berkat-berkat ini. Dengan Darah Anak-Nya sendiri! Bukan karena Anda baik, manis, taat dan menyenangkan. Tapi karena Dia baik dan sangat mengasihi Anda.
Ia mengirim Anak-Nya yang bersedia meninggalkan takhta kemuliaan dan kekayaan-Nya di sorga untuk menjadi miskin di dunia (2 Korintus 8:9), berada di tengah-tengah manusia, menjadi salah satu dari kita dan merasakan apa yang kita rasakan (Yohanes 1:14). Ia mengambil tempat Anda dan menjadi kutuk sehingga anda menjadi kebenaran Allah (2 Korintus 5:21).
Anda kini diberkati dan dikenan Bapa, hidup di bumi seperti di sorga. Saat Anda menerima pewahyuan betapa Allah mengasihi Anda, Anda merasa aman dalam kasih-Nya dan itu mampu melenyapkan semua ketakutan dalam hati Anda (1 Yohanes 4:18). Dan Anda bisa dengan percaya diri mengatakan, “Bapaku mengasihiku, Ia punya rencana indah buatku (Yeremia 29:11); aku percaya pada-Nya, dan apapun yang terjadi dalam hidupku, baik tidak baik, akan mendatangkan kebaikan bagiku (Roma 8:28).”
https://liftingjesus.org/2013/12/03/you-are-a-new-creation-in-christ/
Sumber –CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS  

 


Kemana Ku Cari Pertolongan?

Kemana Ku Cari Pertolongan? Ibrani 11:1   Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak ...